Sukses

Beredar soal Hacker Bisa Ambil Alih Grup Chat WhatsApp, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu belakangan, sempat tersebar pesan di WhatsApp yang menyebut peretas tidak hanya dapat meretas akun seseorang, tapi juga mengambil alih sebuah grup chat di aplikasi tersebut.

Adapun bunyi dari pesan yang ada di pesan tersebut sebagai berikut :

Buat yang jadi admin di grup, peretas tidak hanya meretas baris orang tetapi sekarang mereka juga meretas seluruh halaman grup sepenuhnya. Setelah mereka berhasil melakukan itu, mereka akan segera menghapus semua Admin dan dengan demikian menjadi satu-satunya Admin halaman.

Dalam situasi seperti itu, baik Anda tetap dengan posting penipuan mereka atau Anda memulai proses membuat platform baru sehingga kehilangan semua informasi yang Anda miliki di bekas. Jadi, siapa pun yang menjadi admin grup mana pun dapat dengan cepat melakukan hal berikut sekarang sebelum mereka meretas halaman

Sebagai Admin, Anda harus selangkah lebih maju dari Peretas / Pembajak Grup.

Tekan 3 titik di bagian atas obrolan grup Anda.

Lanjut: * Pergi ke info grup  * Pergi ke pengaturan Grup * Pergi ke edit info Grup * Ketuk hanya Admin yang dapat mengatur. Lalu ketuk ok.

Itu saja, Grup itu baik dan aman dari pembajak Admin. Harap perhatikan dan lakukan langkah-langkah ini, jika Anda seorang Admin di Platform apa pun di WhatsApp. Keamanan identitas anggota sangat penting. Admin Grup harus mencatat. Tolong bagikan untuk menciptakan kesadaran.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Minggu (7/6/2020), pesan tersebut sebenarnya dapat dibagi menjadi dua poin penting, yakni akun yang dapat mengambil alih admin di grup WhatsApp dan pengaturan admin di grup chat.

2 dari 3 halaman

Pembahasan Poin Pertama

Untuk pesan di bagian awal, informasi yang diberikan tidak sepenuhnya benar. Sebab, akun yang tidak memiliki akses sebagai admin sebenarnya tidak memiliki wewenang untuk mengatur keberadaan admin di dalam grup tersebut.

Seorang pengguna yang bukan admin juga tidak bisa menambahkan anggota dalam grup. Lain halnya apabila akun yang diretas dan ada di dalam grup merupakan seorang admin, dia dapat saja menghilangkan status admin pengguna lain.

Namun perlu diingat, apabila akun yang diretas tersebut merupakan admin, dia juga tidak bisa serta merta menghapus seluruh admin dalam grup, setidaknya pembuat grup tidak dapat dihapus.

Alasannya, seperti dikutip dari situs WhatsApp, pembuat grup tidak bisa dikeluarkan dan akan selalu menjadi admin, kecuali mereka secara sukarela keluar dari grup tersebut. Karenanya, status admin yang dimiliki pembuat grup tidak bisa diambil alih orang lain.

3 dari 3 halaman

Pembahasan Poin Kedua

Lalu untuk poin kedua, fitur pengaturan admin di grup chat memang tersedia di WhatsApp. Lewat fitur ini, WhatsApp sebenarnya memungkinkan pengguna untuk membuat grup chat yang lebih kondusif.

Jadi, jalannya percakapan maupun pengaturan dalam sebuah grup diatur oleh admin. Untuk diketahui, ada dua pengaturan untuk admin di grup WhatsApp, yakni membatasi orang yang bisa melakukan percakapan di grup dan mengatur orang yang dapat mengubah informasi dalam grup.

"Menggunakan fitur ini (membatasi orang-orang yang dalam menulis pesan di grup) dapat mengurangi pembicaraan yang tidak diinginkan dalam sebuah grup," tulis WhatsApp di situsnya.

Lalu dengan pembatasan anggota yang dapat mengubah informasi grup, membuat anggota non-admin tidak bisa mengganti informasi grup sewaktu-waktu. Adapun akses ini dapat dibuka melalui Group Settings di dalam grup WhatsApp.

Namun terlepas dari pembahasan soal admin ini, setiap pengguna WhatsApp sebaiknya tetap waspada dan menjaga akun miliknya. Sebab, hal lain yang juga penting dari pesan berantai itu sebenarnya mengenai peretasan akun. 

Apabila pengguna WhatsApp menjaga akunnya, skenario di pesan tersebut besar kemungkinan dapat dihindari. Untuk mengetahui cara terhindari dari peretasan atau pengambil alihan akun WhatsApp, cek informasi di sini

(Dam/Ysl)