Sukses

Platform Urun Dana Santara Gelar Kopdar Investor

Liputan6.com, Jakarta - Guna mempererat komunikasi dengan pengguna, platform urun dana Santara menggelar ajang pertemuan antar investor (kopdar investor) di Yogyakarta, baru-baru ini.

Acara tersebut dihadiri oleh pengguna terpilih yang sudah mendaftarkan diri untuk menghadiri acara tersebut.

Sebagian besar peserta investor meeting ini adalah pemodal Santara dari berbagai latar belakang profesi dan golongan usia. Turut hadir juga beberapa perwakilan penerbit yang menawarkan sahamnya di Santara.

Krishna Wijaya, Chief Operation Officer Santara mengatakan, industri equity crowdfunding (ECF) masih tergolong baru dan sedang mencari bentuk terbaiknya.

"Santara memulainya dengan melibatkan pengguna untuk menentukan customer journey ke depan dan memberi masukan terhadap proses bisnis saat ini,” ujar Krishna melalui keterangannya, Rabu (12/2/2020).

Selain bertemu dengan para investor, agenda kali ini juga menjadi ajang untuk mendengarkan masukan dan cerita dari para pengguna melalui forum focus group discussion (FGD).

Masukan dan cerita tersebut nantinya dijadikan sebagai bahan perbaikan dan pengembangan, baik sisi layanan, teknologi maupun proses bisnis di startup ini.

"Mendengarkan cerita dan masukan dari pengguna membuat kami lebih memahami apa sebenarnya kebutuhan dari pengguna. Lebih dari itu, kami ingin Santara menjadi platform yang dibangun dan menjadi lebih baik bersama pengguna,” ucapnya.

2 dari 2 halaman

84.000 Pengguna

Krishna menambahkan, kegiatan seperti ini akan diadakan secara berkala. Acara tersebut ditutup dengan berkeliling mengunjungi dua lokasi usaha penerbit yang dekat dengan lokasi acara.

Ia mengklaim, Santara memiliki lebih dari 84.000 pengguna. Mereka siap berebut saham bisnis terpilih yang lolos menjadi penerbit di Santara.

Rekor penjualan tercepat diambil oleh saham perusahaan bisnis minuman yang berhasil habis terjual hanya dalam waktu 6 menit 58 detik.

"Melihat antusiasme pengguna saat ini, ke depannya Santara tentu membutuhkan pelayanan dan dukungan teknologi yang lebih advance," kata Krishna memungkaskan.

(Isk/Why)

Loading