Sukses

Kemkominfo Sebut Ada 54 Hoaks Seputar Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran virus Corona ternyata diikuti dengan sejumlah konten hoaks dan disinformasi di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemindaian dan pemblokiran terhadap konten yang menyebarkan kabar palsu tersebut.

"Akhir-akhir ini banyak disinformasi mengenai virus Corona dan kepulangan warga negara kita yang saat di Natuna. Jadi, melalui cyber drone Kemkominfo kami melihat traffic pembicaraan mengenai virus Corona ini," tutur Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Menurut Johnny, hingga 3 Januari 2020 ada 54 hoaks terkait virus Corona yang tersebar di media sosial dan aplikasi pesan instan. Adapun kabar yang beredar itu beragam, mulai dari isu yang menyebut ada pasien virus Corona di Indonesia hingga upaya diam-diam pemerintah Tiongkok mengkremasi korban virus Corona.

"Salah satu hoaks pertama diketahui pada 29 Mei 2019 yang menyebut, kurma harus dicuci bersih karena mengandung virus Corona yang berasal dari kelelawar," tutur Johnny menjelaskan.

Lebih lanjut Johnny mengatakan percakapan dan hoaks seputar virus Corona memang cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir. Karenanya, Johnny mengajak masyarakat untuk menganalisis pesan yang diterima, sebelum membagikannya pada orang lain.

"Jadi, kami akan mengkategorikan (informasi) yang mana hoaks dan informasi. Kami juga tidak segan untuk melakukan pemblokiran terhadap konten hoaks atau disinformasi ini," tutur Johnny lebih lanjut.

Sekadar informasi, akhir Januari 2020, Kemkominfo menemukan ada 36 kabar bohong atau hoaks seputar virus Corona di media sosial. Untuk itu, Kemkominfo mengimbau masyarakat agar merujuk pada informasi resmi dari pemerintah.

 

2 dari 2 halaman

Langkah Pemerintah Indonesia

Konferensi pers Kementerian Komunikasi dan Informatika soal hoaks virus corona di Indonesia. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)

Dalam kesempatan tersebut, Johnny juga mengatakan pemerintah sudah mengambil sejumlah kebijakan terkait penanganan virus corona ini, termasuk memulangkan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok.

"Langkah-langkah pemerintah sudah dilakukan secara terkoordinasi oleh pemerintah. Kami juga memonitor dan berkoordinasi apabila memang ada informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat, sehingga informasinya baik dan benar," ujar Johnny.

Selain itu, dia juga memastikan langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia, termasuk pemulangan WNI dari Wuhan, sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

(Dam/Ysl)