Sukses

Creator Death Stranding, Hideo Kojima Ingin Bikin Gim Horor

Liputan6.com, Jakarta - Usai merilis Death Stranding, Hideo Kojima, berencana ingin membuat gim bergenre horor untuk proyek berikutnya.

Hal ini diungkap langsung oleh Kojima di akun Twitter-nya. Informasi, ini bukan kali pertama kreator seri Metal Gear Solid terjun ke genre horor.

Sebelum keluar dari Konami, Kojima bertanggung jawab atas salah satu demo gim horor paling sukses di dunia, yakni P.T (playable teaser).

Karena perseteruan besar antara Konami dan Kojima, demo gim horor tersebut batal dirilis.

Dalam postingannya di Twitter, Selasa (26/11/2019), ia mengatakan sedang menonton beberapa film seram untuk "membangunkan jiwa horornya."

Salah satu yang ditonton Hideo Kojima untuk mendapatkan inspirasi dalam membuat gim adalah film horor Thailand, yaitu The Eye.

 

2 dari 4 halaman

Siap Rilis Usai Death Stranding?

Death Stranding tak lagi meluncur secara eksklusif di PS4? (Doc: Kojima Production)

Entah alasan Kojima menonton film-film itu agar dapat membuat gim horor paling menakutkan, kecil kemungkinan dia akan merilis gim bergenre itu dalam waktu dekat ini.

Toh, Kojima dan studio gim bentukannya--Kojima Production--baru saja merilis gim perdana mereka di pasaran, yakni Death Stranding.

3 dari 4 halaman

Death Stranding Tersedia di Steam dan Epic Games Store

Bertajuk

Gim terbaru garapan Hideo Kojima, Death Stranding, terkonfirmasi akan tersedia di platform Steam dan Epic Games.

Hal ini menyusul peluncuran awal yang menyebutkan, Death Stranding akan tersedia secara eksklusif untuk PS4 saja.

Mengutip twit dari akun resmi Kojima Productions (@KojiPro2015_EN), Rabu (13/11/2019), Death Stranding akan tersedia di kedua platform itu pada awal musim panas 2020. Pre-order gim itu mulai berlangsung per Sabtu (9/11/2019).

4 dari 4 halaman

Perusahaan Rusia Dituntut Gara-Gara Bocorkan Death Stranding

Salah satu adegan Death Stranding memperlihatkan karakter yang diperankan Mads Mikkelsen. Sumber: YouTube

Sebelumnya peluncuran Death Stranding tercoreng oleh kabar yang kurang menyenangkan. Sony telah melayangkan gugatan keras terhadap pebisnis di Rusia karena telah membocorkan informasi tentang Death Stranding.

Karena hal tersebut, Sony menuntut perusahaan itu untuk membayar kerugian sekitar 1 juta Rubel atau sekitar Rp 220 juta. Demikian yang dikutip dari Gogconnected.

(Ysl/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Death Stranding Tersedia di Steam dan Epic Games Store
Artikel Selanjutnya
Hideo Kojima Raih Dua Penghargaan dari Guinness World Records