Sukses

Sony Tuntut Perusahaan Rusia Gara-Gara Bocoran Gim Death Stranding

Liputan6.com, Jakarta - Death Stranding, gim pertama buatan Hideo Kojima selepas dari Konami per hari ini sudah bisa dimainkan oleh gamer PlayStation 4 (PS4).

Sayang, peluncuran gim Death Stranding hari ini harus tercoreng oleh kabar yang kurang "enak" ditelinga.

Baru-baru ini, Sony melayangkan gugatan keras terhadap pebisnis di Rusia karena telah membocorkan informasi tentang Death Stranding.

Karena hal tersebut, Sony menuntut perusahaan itu untuk membayar kerugian sekitar 1 juta Rubel atau sekitar Rp 220 juta. Demikian yang dikutip dari Gogconnected, Sabtu (9/11/2019).

 

2 dari 3 halaman

Kronologi Death Stranding Bocor

Salah satu adegan Death Stranding memperlihatkan karakter yang diperankan Mads Mikkelsen. Sumber: YouTube

Lebih lanjut, bocornya informasi Death Stranding lebih awal dikarenakan salah satu pekerja gudang--yang mengepak gim--mengambil satu kopian gim.

Sampai di rumah, pekerja yang masih disamarkan namanya tersebut langsung memainkan gim tersebut di konsol PS4-nya.

Karena konsol PS4 miliknya terhubung dengan internet, Sony pun dapat dengan mudah mengetahui identitas dan menghubungkan dirinya dengan lokasi gudang tempat bekerja.

Menurut pihak gudang, pekerja yang lalai itu dipecat setelah mereka diberitahu tentang apa yang terjadi.

 

3 dari 3 halaman

Simpan Semua Gim Death Stranding di Tempat Khusus

Death Stranding tak lagi meluncur secara eksklusif di PS4? (Doc: Kojima Production)

Karena masalah ini, para petinggi bisnis Rusia telah mendesak semua gudang dan toko mereka untuk menyimpan semua salinan Death Stranding di lokasi yang aman.

Walaupun bocoran informasi ini tidak merusak peluncuran gim, cukup masuk akal untuk melihat mengapa Sony marah besar.

Death Stranding saat ini sudah tersedia di PS4.

(Ysl/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
PlayStation Rayakan Usia ke-25 Tahun, Sony Kenang Perjalanan Panjang Bersejarah
Artikel Selanjutnya
Ini Penjelasan Sony tentang Fitur Share di PS5