Liputan6.com, Jakarta - A (32), warga Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, ditangkap polisi setelah diduga menganiaya adik iparnya, WM (24), hingga mengalami luka di wajah dan kepala. Insiden dipicu cekcok anak-anak di lingkungan keluarga.
Peristiwa tersebut terjadi di area pembakaran bata (tobong bata) di belakang rumah A pada Sabtu, 6 Juni 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menjelaskan, kejadian bermula saat anak pelaku pulang sambil menangis usai terlibat pertengkaran dengan anak korban.
Advertisement
Setelah anaknya mengadu, A keluar rumah dan menemui WM. Keduanya terlibat adu mulut. Dalam situasi itu, A juga diduga merobohkan tumpukan bata milik WM, yang kemudian diprotes oleh korban.
"Anak pelaku pulang ke rumah dalam keadaan menangis dan mengadu kepada ayahnya. Pelaku kemudian keluar rumah dan menemui korban," kata Yunnus, Rabu (24/6).
Saat suasana memanas, A diduga menganiaya WM hingga tersungkur. Aksi tersebut dihentikan seorang warga yang berada di sekitar lokasi.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga mencekik leher korban, mendorongnya hingga terjatuh, lalu mengambil sebuah bata dan memukulkannya ke wajah serta kepala korban," ungkapnya.
Langkah Polisi: Dua Alat Bukti, Tersangka Ditahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8418299/original/027588200_1782303655-1001389821.jpg)
Usai kejadian, WM dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah itu, ia melapor ke Polres Pringsewu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban, sejumlah saksi, serta terlapor.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan terpenuhi minimal dua alat bukti, terlapor ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut," bebernya.
Atas perbuatannya, A dijerat Pasal 466 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun.
Di hadapan penyidik, A menyampaikan penyesalan dan menyebut emosinya tersulut setelah melihat anaknya pulang dalam keadaan menangis.
"Saya menyesal dan khilaf. Saya terbawa emosi sesaat karena anak saya menangis dan saat itu saya tidak bisa mengendalikan diri," ujar tersangka.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3637781/original/021268200_1745160789-1000239699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8418300/original/047113500_1782303655-1001389822.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259148/original/073901100_1781485988-diallo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261495/original/061029900_1781712600-Ivory_Coast_s_Elye_Wahi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8418299/original/027588200_1782303655-1001389821.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8398123/original/070912400_1782279358-Polda_Jabar_tangkap_Taufik_Hidayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8351567/original/029284200_1782225485-taufik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406682/original/065033000_1782289666-03a156d3-c659-4cce-a856-2043362f0106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8399896/original/047862200_1782281514-Erni_Heryadi__keluarga_korban_penyekapan_dan_penganiayaan_di_Bandung.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395135/original/024630100_1782275861-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8325871/original/052697300_1782195472-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_13.16.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8352767/original/070156900_1782227088-taufik_hidayat.jpg)