Sukses

Huawei Rilis Watch GT 2, Jam Tangan Pintar Mampu Deteksi Gagal Jantung

Liputan6.com, Munich - - Vendor asal Tiongkok, Huawei baru saja meluncurkan Watch GT 2. Ini menjadi jam tangan paling pintar yang dikeluarkan perusahaan.

Jam tangan ini akan menjadi pesaing smartwatch yang sudah di pasaran, seperti salah satunya Samsung Galaxy Watch.

"Smartwatch ini terhubung dengan bluetooth ponsel dan mendukung fitur panggilan hingga 150 meter," kata Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group seperti ditulis, Senin (23/9/2019).

Lalu apa saja fasilitas yang dimiliki jam tangan pintar ini?

Watch GT 2 kali ini dilengkapi dengan chipset Kirin A1 milik Huawei untuk dapat meningkatkan daya tahan baterai.

Chipset ini juga mengintegrasikan unit pemrosesan bluetooth, unit pemrosesan audio yang kuat, prosesor aplikasi dengan konsumsi daya yang rendah, dan unit manajemen daya yang terpisah.

Prosesor aplikasi dari produk ini menggunakan prosesor Cortex-M7 untuk konsumsi daya rendah 10uA / MHz, yang jauh di bawah rata-rata industri 30uA / MHZ.

"Dalam penggunaan sehari-hari, seri Huawei Watch GT 2 46mm dapat beroperasi secara terus menerus selama dua minggu," tambah Ruchard Yu.

 

2 dari 3 halaman

Spesikasi Watch GT 2

Huawei Watch GT 2. (Liputan6.com/ Ilyas Istianur Praditya)

Jam tangan ini, juga dilengkapi dengan layar sentuh presisi AMOLED HD 1,39 inci dengan resolusi layar 454 x 454 piksel.

Memiliki detail warna yang lebih luas, dan desain ultratipis yang lebih unggul dari layar LCD, layar di smartwatch mampu menghasilkan warna layar yang lebih penuh dan kontras yang lebih tinggi.

Dalam mode olahraga, Huawei Watch GT 2 kompatibel dengan kegiatan 15 olahraga, termasuk delapan olahraga outdoor (lari, berjalan, mendaki, hiking, berlari setapak, bersepeda, air terbuka, triathlon) dan tujuh olahraga dalam ruangan (berjalan, berlari, bersepeda, berenang kolam renang, pelatihan gratis, mesin elips, mesin dayung).

Untuk 15 mode olahraga, jam tangan ini menyediakan pemantauan skala penuh sekitar 190 jenis data. Jam tangam ini memberikan analisis data pra-latihan yang ditargetkan untuk olahraga yang berbeda, analisis perekaman data selama latihan dan saran profesional setelahnya.

"Ini seperti memiliki pelatih olahraga pribadi yang cerdas untuk membuat latihan Anda lebih aman dan lebih baik," tegas Richard Yu.

 

3 dari 3 halaman

Mampu Pantau Kondisi Jantung

Device Laboratory milik Huawei di Beijing, Tiongkok. Liputan6.com/Andina Librianty

Dalam hal pemantauan detak jantung, Huawei Watch GT 2 mampu memantau kondisi bradikardia dan gagal jantung.

Kecuali dalam mode olahraga, pengguna akan diberitahu jika denyut jantung di atas 100 bpm atau di bawah 50 bpm selama lebih dari 10 menit. Pengguna juga dapat melihat data di Huawei Sports and Health App untuk mengawasi kesehatan Anda secara real time.

Selain pemantauan detak jantung, pemantauan tidur adalah fungsi lain yang dapat digunakan konsumen. Kualitas tidur yang buruk telah menjadi masalah bagi banyak orang. Huawei TruSleep 2.0 memantau kualitas tidur, denyut jantung real-time, kualitas pernapasan tidur dan menggunakan analisis data besar untuk menilai kualitas tidur penggunanya.

Smartwatch ini akan mulai dijual pada bulan Oktober 2019, dengan harga mulai €249 atau senilai Rp 3.900.000 untuk seri Watch GT 2 46mm dan €229 atau senilai Rp 3.600.000 untuk seri Watch GT 42mm.

(Ilyas/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Huawei Bakal Rilis Serangkaian Perangkat HarmonyOS Tahun Depan
Artikel Selanjutnya
Donald Trump Sebut Huawei Sebagai Ancaman Keamanan