Sukses

Jadwal Peluncuran Konsol PlayStation 5 Bocor di Internet, Kapan?

Liputan6.com, Jakarta Sony hingga saat ini masih belum mengungkap informasi kapan konsol gim terbarunya, PlayStation 5, akan dirilis.

Terlepas dari informasi PlayStation 5 yang masih tertutup tabir misteri, konsol teranyar milik Micorosft, Xbox Scarlett, bakal meluncur pada November 2020.

Melihat hal tersebut, beberapa analis memprediksi konsol PS5 bakal meluncur bersamaan atau berdekatan dengan hari peluncuran Xbox Scarlett, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Senin (1/7/2019).

Walau, ada beberapa yang mengungkap laporan yang menyebutkan konsol penurus PS4 ini baru akan meluncur di pasaran dua tahun lagi atau 2021.

Bocoran prototype kontroler PlayStation 5 yang beredar di Reddit. (Foto: Reddit)

Informasi, PS4 dan Xbox One meluncur di pasaran saling berdeketan tanggalnya. Dimana, Xbox One tersedia pada 15 November 2013, sedangkan PS4 pada 22 November 2013.

 

2 dari 2 halaman

Performa Konsol PS5 Lampaui Google Stadia

Spesifikasi Google Stadia. (Doc: Google)

Kehadiran platform gim Google Stadia disebut-sebut akan melampui seluruh perangkat gim saat ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemampuannya untuk mengirimkan data hingga 10,7 teraflops.

Kemampuan itu melampaui performa gabungan PS4 dan Xbox. Namun laporan terbaru dari Kotaku, kemampuan itu akan dikalahkan oleh konsol generasi terbaru dari Sony dan Microsoft.

Dikutip dari Gamerant, Rabu (3/4/2019), kedua perusahaan dikabarkan tengah mengembangkan konsol yang memiliki kemampuan lebih dari 10,7 teraflops. Dengan kata lain, mengalahkan kemampuan Google Stadia.

Kendati demikian, bukan berarti konsol gim generasi terbaru ini akan hadir dalam waktu dekat. Laporan menyebut setidaknya generasi baru ini baru akan hadir pada 2020.

Jika kabar ini benar, hal itu sebenarnya masuk akal mengingat konsol besutan Sony dan Microsoft merupakan perangkat rumahan.

Namun, kemampuan di atas 10,7 teraflops jelas jauh mengungguli kemampuan konsol yang ada saat ini.

Terlebih, kedua perusahaan diketahui memiliki daftar gim yang terbilang banyak dan terus ditambah. Faktor ini jelas menjadi nilai tambah bagi Xbox dan PlayStation.

(Ysl/Isk)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online