Sukses

Susul Perusahaan Lain, Apple Punya Paten Smartphone Layar Lipat

Liputan6.com, Jakarta - Apple dilaporkan mulai mengikuti jejak sejumlah perusahaan teknologi lain yang sudah mempersiapkan perangkat layar lipat. Informasi ini diketahui dari paten yang didaftarkan oleh perusahaan tersebut.

Dikutip dari CNET, Minggu (2/6/2019), paten perangkat layar ini didaftarkan di kantor paten Amerika Serikat. Dalam paten tersebut, Apple hanya mendaftarkannya sebagai cover dan layar yang dapat dilipat untuk perangkat elektronik.

Sayang, tidak ada informasi spesifik mengenai perangkat yang dimaksud. Karenanya, belum dapat diketahui apakah perangkat ini merupakan iPhone, iPad, atau produk yang benar-benar baru dari Apple.

Meski tidak informasi spesifik, paten itu melampirkan desain yang akan digunakan perangkat ini. Dari tampilan yang diperlihatkan, perangkat ini tidak hanya dapat dilihat ke satu sisi, tapi memiliki beberapa titik.

Sekadar informasi, paten ini sebenarnya sudah sempat diketahui sejak awal tahun dan bukan kali pertama didaftarkan oleh Apple. Pada Februari 2019, Apple juga sempat memperbarui paten ponsel clamshell-nya yang didaftarkan sejak 2011.

Melalui pembaruan paten itu, Apple mengganti paten ponsel clamshell-nya menjadi semacam smartphone layar lipat. Gambar yang didaftarkan menunjukkan perusahaan akan menggunakan layar OLED dengan engsel.

Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah Apple benar-benar akan membuat produk ini menjadi kenyataan. Terlebih, Apple hingga sekarang belum memberikan komentar mengenai kemungkinan merilis smartphone layar lipat.

2 dari 3 halaman

Pendiri Apple Khawatir Belum Ada iPhone Layar Lipat

Untuk diketahui, Apple belum menunjukkan rencana untuk mengumumkan smartphone tersebut. Hal ini pun membuat khawatir salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak.

Dilansir  , Kamis (28/2/2019), Wozniak dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, mengatakan Apple telah memimpin dalam waktu yang sangat lama di sejumlah area seperti Touch ID, facial ID, dan proses pembayaran yang mudah dengan ponsel.

Beberapa ada yang beranggapan Apple memimpin tren smartphone all screen atau layar penuh, dengan peluncuran iPhone X pada 2017.

Kendati demikian, Wozniak melihat Apple terlambat dalam beberapa segmen tertentu. Salah satunya yang paling terlihat adalah di segmen smartphone lipat.

Ia mengatakan sangat ingin memiliki smartphone lipat, dan itu juga merupakan teknologi yang paling menonjol saat ini.

"Apple belum menjadi pemimpin di beberapa area seperti ponsel lipat, dan itu mengkhawatirkan karena saya sangat menginginkan sebuah ponsel lipat," ungkap Wozniak.

Sejauh ini, yang sudah mengumumkan smartphone lipat untuk konsumen adalah Samsung dan Huawei. Apple sendiri dilaporkan sedang menyiapkan produk serupa, tapi kemungkinan baru akan dirilis pada 2020.

Meski Apple belum akan mengumumkan smartphone lipat pada tahun ini, Wozniak tetap optimistis dengan kesuksesan perusahaan di masa depan. Ia menilai Apple selalu mengerjakan segala hal secara rahasia, dan biasanya akan memberikan kejutan besar nantinya.

3 dari 3 halaman

Samsung Hadirkan Galaxy Fold

Samsung membuat kejutan besar di acara Galaxy Unpacked 2019 di San Francisco, Amerika Serikat, pada 20 Februari 2019. Pasalnya selain merilis Galaxy S10 series, vendor smartphone Korea Selatan ini juga resmi mengumumkan smartphone layar lipat perdananya.

Perangkat tersebut diberi nama Galaxy Fold. Galaxy Fold menampilkan teknologi layar Infinity Flex 7,3 inci pertama di dunia yang bisa dilipat.

Kehadiran smartphone ini dinilai akan semakin menunjang kebutuhan hiburan pengguna. Khususnya untuk menonton video, bermain gim, dan beragam aktivitas lainnya.

Presiden dan CEO Divisi Komunikasi IT & Mobile Samsung Electronics, DJ Koh, mengatakan, "Samsung menciptakan Galaxy Fold untuk mereka yang ingin merasakan apa yang dapat dilakukan oleh perangkat lipat premium, di luar batasan smartphone konvensional."

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Tim Cook Bela Apple Hapus Aplikasi Pelacak Pergerakan Polisi Hong Kong
Artikel Selanjutnya
Apple Hapus Aplikasi Pelacak Pergerakan Polisi di Hong Kong