Sukses

Deliveree Rilis Layanan Full Truck Load ke Seluruh Jawa

Liputan6.com, Jakarta - Deliveree baru saja meluncurkan layanan full truck load (FTL) atau satu truk penuh antar kota. Layanan ini siap melayani 23 kota di seluruh Jawa.

Berbeda dari jenis layanan sebelumnya, FTL menerapkan harga tetap untuk rute pengiriman setiap kota, termasuk semua biaya dasar. Keuntungan layanan ini didukung dengan pemesanan langsung lewat aplikasi mobile dan web app Deliveree.

"Kami sangat senang dapat menghadirkan layanan FTL, karena ini merupakan komitmen kami memberikan layanan populer bintang 5 dengan biaya bintang 2 untuk seluruh pelanggan di Indonesia,” tutur CEO dan co-founder Deliveree Tom Kim dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (12/10/2018).

Nantinya, biaya dasar yang dipatok dalam layanan ini mencakup biaya sewa kendaraan, pengemudi, bahan bakar, tol, dan parkir. Jadi, pengguna tidak akan mengeluarkan biaya tambahan lain.

Commercial Head Deliveree, Rico Soselisa, menuturkan, Deliveree merupakan perusahaan pertama yang memberikan layanan penuh semacam ini, termasuk di dalamnya biaya tetap yang transparan untuk pengiriman antar kota.

"Kami mencakup semua rute besar di Pulau Jawa dengan banyak pilihan armada truk yang dapat dipesan dengan pemberitahuan setidaknya 24 jam hingga dua minggu ke depan," tuturnya menjelaskan.

Armada yang tersedia di Deliveree pun terbilang beragam. Pengguna dapat memilih Fuso, Double Engkel Long (CDD Long), double engkel, engkel box, dan armada yang lebih kecil, seperti box kecil dan van.

Selain itu, harga yang ditawarkan Deliveree pun terbilang kompetitif. Marketplace ini menawarkan harga kirim antar kota sekitar 20 hingga 30 persen di bawah harga pasar. Contohnya, biaya untuk truk double engkel long rute Jakarta-Surabaya dipatok Rp 5.700.000.

2 dari 3 halaman

Jasa Logistik Online Deliveree Gaet 5.000 Pengemudi

Sebelumnya, Deliveree telah bermitra dengan lebih dari 5.000 pengemudi di Jabodetabek, dari perusahaan truk, pemilik rental hingga pemilik armada pribadi. Deliveree hanya menerima sekitar 30 persen dari total pengemudi yang mendaftar.

Setiap pengemudi wajib mengikuti pelatihan yang mencakup standar pelayanan bagi pelanggan, keahlian problem solving, dan wajib mengikuti tes tertulis dengan syarat kelulusan minimal 80 persen. Hal ini menjadikan Deliveree mampu menyaring pengemudi terbaik untuk melayani pelanggan.

Marketplace penyedia layanan logistik yang didukung oleh teknologi mobile dan webapp, Deliveree, kemudian memperluas layanannya dengan menjajaki pasar truk komersil.

Dalam hal ini startup besutan perusahaan venture capital dan venture builder asal Thailand tersebut meluncurkan engkel box (colt diesel engkel/CDE) berkapasitas dua ton untuk pengiriman ke seluruh Jabodetabek.

3 dari 3 halaman

Biaya Pengiriman dengan Deliveree

Deliveree memulai harga pengiriman dengan engkel box dengan tarif Rp 320.000 untuk 5 km (kilometer) pertama, dan Rp 7.000 untuk km berikutnya. Pelanggan juga bisa memesan truk untuk pengiriman 12 jam penuh dengan jarak tidak terbatas seharga Rp 900.000.

“Kami berusaha membantu bisnis di Indonesia dengan mendengarkan kebutuhan dan kendala yang dihadapi. Salah satu solusi yang dibutuhkan adalah peluncuran CDE ini," ujar Tom Kim, CEO Deliveree Group’s International melalui keterangannya, Selasa (26/9/2017) di Jakarta.

Ditambahkan Tom Kim, pelanggan juga dapat segera memesan truk komersil lainnya. Ia berujar, saat ini Deliveree bersiap-siap menghadirkan truk CDD (colt diesel double) dan wingboxbeberapa bulan ke depan.

Industri logistik di Asia Tenggara bernilai sekitar US$ 300 miliar. Menurut catatan World Bank, dua pertiga nilai tersebut berasal dari Indonesia.

Dari angka ini, biaya logistik di Indonesia juga menyerap hampir 20 persen dari biaya penjualan, sekaligus menjadi yang tertinggi dibandingkan negara lainnya di Asia Tenggara.

Sebagai perusahaan penyedia layanan logistik bagi pebisnis, Deliveree ingin menurunkan angka ini hingga 15 persen sampai 20 persen lebih rendah.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Live Streaming Emtek Goes To Campus 2018 di Yogyakarta

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Foto Kenangan Lebih Baik Dicetak atau Simpan di Smartphone?
Artikel Selanjutnya
Microsoft Suntik Dana Segar ke Grab