Sukses

Ramadan dan Lebaran 2018, Penjualan Bukalapak Naik 8 Kali Lipat

Liputan6.com, Jakarta - Momen Ramadan dan Lebaran ternyata membuat orang kian gemar berbelanja. Bagaimana tidak, dalam keterangan Bukalapak yang diterima Tekno Liputan6.com, Minggu (15/7/2018), CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut, saat Ramadan hingga Lebaran, Bukalapak mengalami peningkatan penjualan.

"Pada Ramadan hingga Lebaran tahun ini, Bukalapak mengalami peningkatan penjualan sebanyak hampir delapan kali lipat dibanding tahun sebelumnya," kata Zaky dalam keterangannya.

Zaky mengungkap, ada beberapa kategori produk yang paling besar penjualannya. "Produk gadget, elektronik, peralatan rumah tangga, dan fashion adalah kategori yang paling besar penjualannya," ujarnya.

Untuk itu, Bukalapak memberikan apresiasi pada para pengguna atas antusiasme yang cukup tinggi dengan program Top Spenders. Sekadar diketahui, Top Spenders dilakukan selama periode 7 Mei hingga 30 Juni 2018.

Program Top Spenders memberikan kesempatan kepada seluruh pengguna Bukalapak dengan cara melakukan transaksi sebanyak-banyaknya selama periode di atas.

Para Top Spenders yang beruntung berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa 1 unit mobil Mitsubishi Xpander Ultimate sekaligus predikat Top Spender Bukalapak. Pemenangnya adalah Paulus.

Sementara 10 pengguna beruntung lainnya berkesempatan mendapatkan masing-masing satu unit Samsung Galaxy S9.

Bukalapak juga mengapresiasi 100 top spender lainnya dengan top up credit Bukalapak masing-masing senilai Rp 1 juta. Mereka yang memenangkan hadiah bisa mengecek di laman ataupun media sosial resmi Bukalapak.

"Semoga program-program seperti ini bisa memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan untuk semua pengguna Bukalapak di seluruh Indonesia,” kata Zaky.

"Bukalapak akan terus berinovasi untuk menyuguhkan beragam fitur, promo, maupun layanan yang menarik dan tentunya memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia melalui pemanfaatan teknologi."

1 dari 3 halaman

Bukalapak Kini Punya Presiden

Sebelumnya, Bukalapak mengumumkan posisi presiden di startup tersebut. Adalah Fajrin Rasyid yang kini resmi ditunjuk sebagai President Bukalapak. Dalam posisi ini, Fadjrin akan bertanggung jawab atas inisiatif strategi perusahaan dan rencana jangka panjang, termasuk kemitraan dengan pihak ekstrenal.

"Saya mensyukuri semua pencapaian yang telah diraih hingga saat ini. Namun, bagi saya menjadi pribadi yang memiliki faedah bagi orang banyak akan lebih berharga dibandingkan dengan pencapaian tersebut," tutur Fajrin dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (25/6/2018).

Nama Fajrin sendiri sudah tak asing di industri e-commerce Indonesia.

Sebelum menjabat President, ia sudah menjabat sebagai Chief Financial Office selama tujuh tahun. Ia merupakan sosok yang bertanggung jawab mengenai keuangan perusahaan.

Pria yang juga dikenal sebagai co-founder Bukalapak ini juga pernah terpilih sebagai CFO of The Year versi majalah SWA.

Saat ini, Fajrin merupakan salah satu kandidat Ketua Umum Indonesian e-Commerce Association (IDEA).

Pengalaman Fajrin di perusahaan konsultan bisnis dan e-commerce Indonesia, membuatnya optimistis bahwa Indonesia bisa menjadi poros e-commerce dunia.

Salah satu misi yang diusungnya jika menjadi Ketua IDEA adalah menjadikan e-commerce sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sekadar informasi, pria kelahiran Jakarta 32 tahun lalu ini merupakan lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan IPK 4.

Sebelum bergabung di Bukalapak, Fajrin pernah bekerja sebagai konsultan di Boston Consulting Group (BCG).

2 dari 3 halaman

Top 3 e-Commerce di Indonesia

Perdagangan elektronik alias e-commerce jadi bisnis yang menjanjikan seiring dengan perkembangan internet dan perangkat mobile. Banyak pemain retail offline yang mulai menjajaki pasar online dengan membuat saluran khusus di marketplace besar, seperti Tokopedia atau Bukalapak.

Dari sekian banyak pemain e-commerce, baik lokal maupun asing yang menjalankan bisnis di Indonesia, Bukalapak menduduki posisi top 3 e-commerce paling top. 

Dalam laporan infografis yang diterima Tekno Liputan6.com, Kamis (12/7/2018), iPrice memberi peringkat pada tiap e-commerce berdasarkan pada jumlah kunjungan ke website tiap bulannya, rankingaplikasi, jumlah pengikut di media sosial, hingga jumlah karyawan.

Menjadi e-commerce papan atas Indonesia, Jumlah kunjungan ke Bukalapak lebih dari 93 juta visit tiap bulannya.

Selain itu, aplikasi yang terus ditingkatkan membuat Bukalapak berada di ranking ketiga pada toko aplikasi Apple Store dan peringkat ke-4 di Google Play Store.

Bukalapak memiliki 131 ribu pengikut di Twitter, 258 ribu pengikut di Instagram, dan 2 juta pengikut di Facebook.

Saat ini, e-commerce rintisan Achmad Zaky tersebut sudah memiliki 1.233 karyawan yang tersebar tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Bandung.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Promo Spesial Belanja Online Kebutuhan Sehari-hari dari Toko Resmi
Artikel Selanjutnya
Bukalapak Kini Punya Lebih dari 20 Fitur yang Bisa Dibuka Tiap Hari