Sukses

Didemo Karyawan soal Isu PHK, Ini Tanggapan Indosat Ooredoo

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan karyawan Indosat Ooredoo menggelar aksi demontrasi di kantor pusat perusahaan di bilangan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (8/2/2017).

Dalam aksinya, para karyawan yang terdiri dari serikat pekerja Indosat Ooredoo itu, salah satu di antaranya menyuarakan perihal restrukturisasi organisasi.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Indosat Ooredo memastikan bahwa isu mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal itu tidak benar.

"Terkait dengan pemberitaan mengenai PHK massal tidak benar. Perusahaan menjamin kelangsungan pekerjaan bagi seluruh karyawan dan proses perubahan komposisi organisasi ini berjalan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo dalam keterangan resminya.

Deva menuturkan, manajemen sangat mengapresiasi para karyawan di mana dalam menyampaikan aspirasi dilakukan dengan cara yang telah sesuai aturan perusahaan yang berlaku, serta tetap menjaga kelangsungan layanan bagi pelanggan.

1 dari 2 halaman

Langkah Strategis

"Perkembangan teknologi sebagai basis telekomunikasi telah mengubah konstelasi industri yang mengharuskan para operator sebagai pelaku industri ini untuk terus berubah dan beradaptasi agar tetap dapat tumbuh dan berkompetisi dengan sehat," kata Deva menambahkan.

Menghadapi tuntutan perubahan ini, lanjutnya, manajemen Indosat Ooredoo mengambil berbagai langkah strategis, di mana hal ini berdampak pada komposisi organisasi perusahaan.

Sebelumnya, isu PHK Indosat Ooredoo mencuat dalam sebuah pesan dengan gambar berbentuk tanda tanya besar dan latar belakang kantor pusat perusahaan.

Dalam pesan yang beredar di media sosial dan juga aplikasi pesan instan tersebut, terdapat tulisan dengan berbagai jenis tipografi. Beberapa di antaranya bertuliskan PHK Paksa, No Job Security, No More Career Path, Dominasi Tenaga Kerja Asing (TKA), dan lainnya.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
PPA Benahi Bisnis 11 BUMN
Artikel Selanjutnya
Temui Harapan, Ada Investor Ingin Beli Merpati Airlines