Dewi Wardah Meminta Jaminan Keamanan

Dewi Wardah, janda korban peristiwa Tanjungpriok meminta jaminan keamanan dari polisi. Ia mengaku kerap diancam.

Diterbitkan 13 Oktober 2000, 19:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dewi Wardah datangi Polres Jakarta Pusat minta perlindungan keamanan.
  • Teror telepon diterima terkait penggelapan dana Yayasan 12 September 1984.
  • Diduga teror dilakukan pengurus yayasan untuk gagalkan penuntasan kasus.

Liputan6.com, Jakarta: Janda mendiang Amir Biki, korban peristiwa Tanjungpriok Dewi Wardah, Jumat (13/10) siang, mendatangi Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat. Ia meminta jaminan perlindungan keamanan atas teror yang diterimanya. Menurut Dewi, teror tersebut dilakukan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir ini. Ia menduga aksi teror itu berkaitan erat dengan kasus penggelapan dana Yayasan 12 September 1984 sebesar Rp 78 juta. Bahkan, perempuan berkerudung itu menduga, aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah pengurus yayasan yang dicurigai terlibat. Karena itu, ia berharap pihak kepolisian segera memberi perlindungan keamanan bagi dirinya selaku ketua yayasan. Dewi juga tak membantah kemungkinan adanya upaya orang-orang tertentu yang ingin menggagalkan penuntasan kasus yang menimpa anggota keluarga korban Tanjungpriok. Sayangnya, Dewi tidak merinci lebih lanjut upaya tersebut.(AWD/Donny Kurniawan dan Eko Purwanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6