Sukses

11 Situs Bermuatan SARA Kena Blokir Kemkominfo

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika telah melayangkan surat pemberitahuan kepada penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP) untuk memblokir 11 situs yang dinilai memuat konten Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Dengan ini mohon kiranya dapat menambahkan 11 situs yang mengandung konten SARA ke dalam sistem filtering setiap ISP," tulis Kemkominfo yang ditujukan kepada sejumlah ISP di Indonesia.

Kesebelas situs tersebut adalah:

1. lemahirengmedia.com
2. portalpiyungan.com
3. suara-islam.com
4. smstauhiid.com
5. beritaislam24h.com
6. bersatupos.com
7. pos-metro.com
8. jurnalmuslim.com
9. media-nkri.net
10. lontaranews.com
11. nusanews.com

Plt Humas Kemkominfo Noor Iza membenarkan hal tersebut. "Benar, kami telah meminta ISP untuk memblokir situs tersebut," ujarnya kepada Tekno Liputan6.com melalui pesan singkat, Kamis (3/11/2016) di Jakarta.

Noor Iza menuturkan bahwa pemblokiran situs ini atas permintaan dari lembaga/intansi pengawas yang terkait dan juga ada dari masyarakat. 

"Penutupan situs prinsipnya tidak sementara dan bisa permanen. Akan tetapi, pengelola konten seyogianya dapat melakukan check and recheck atas kontennya. Pengelola konten juga dipersilakan melakukan komunikasi ke Kemkominfo bila ada hal-hal yang ditanyakan," sambungnya.

Ia menambahkan, pengelola konten juga bisa meminta pemulihan atau dibuka kembali oleh Kemkominfo. Selanjutnya, Kemkominfo akan komunikasikan dengan lembaga/instansi terkait akan hal ini.

"Ini lebih ke konten yang memang penting untuk dijaga, khususnya di periode Pilkada serentak. Dan ini juga sesuatu yang kontinu. Beberapa situs sebelumnya sudah ada yang dibuka kembali atau dinormalisasi," tutup Noor Iza.

Saat kami coba membuka kesebelas situs di atas satu per satu di salah satu ISP, memang tidak bisa diakses alias diblokir dan dialihkan ke Internet Baik. Namun, ada beberapa ISP yang belum memblokir situs tersebut sehingga kami tetap bisa mengaksesnya.

(Isk/Cas)

Loading