Bensin untuk Basmi Tikus

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, menganjurkan petani menggunakan bensin untuk mengatasi hama tikus. Pertama-tama bensin dicelupkan ke kapas atau kain atau koran lalu dimasukan ke lobang tikus, beberapa hari kemudian tikus akan mati keracunan.

Diterbitkan 05 Januari 2010, 22:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Musi Rawas: Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, menganjurkan petani menggunakan bensin untuk mengatasi hama tikus. "Para petani dianjurkan menggunakan bensin untuk mengatasi hama tikus, karena itu metode alternatif yang berhasil kita coba," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kabupaten Musi Rawas, Hendy UP, Selasa (5/1).

Selama ini sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi serangan hama tikus, seperti gobroyokan, pengomposan lubang tikus dan pemberian racun namun belum berhasil. Namun dengan metode bensin dinilai mampu mengatasi serangan hama tikus.

Hendy sebagaimana dikutip ANTARA mengatakan, selama ini petani selain mengalami kesulitan membasmi tikus juga terbentur modal, akses informasi dan teknologi moderen, sehingga Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mencari media atlernatif guna memecahkan masalah petani. Cara itu dapat digunakan petani membasmi tikus dengan biaya murah dan praktis.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain bensin, kapas atau kain bekas atau koran bekas. Pertama-tama bensin dicelupkan ke kapas atau kain atau koran lalu dimasukan ke lobang tikus. Dalam waktu tiga atau empat hari kain atau koran yang sudah di basahi bensin tersebut akan bereaksi di lubang tikus, karena bensin akan menguap dan menjadi racun bagi tikus dan dapat membunuh tikus yang bersarang di lubang-lubang terutama di galangan sawah.

Untuk menguji kemampuan penemuan ini, ia mengajurkan petani segera melakukannya di areel persawahan untuk meredam serangan hama tikus apalagi saat ini sebagian daerah di Musi Rawas memasuki musim tanam 2010.(AYB)