Liputan6.com, Cape Town - Tahukah kamu bahwa selain Bima Sakti--galaksi yang kita huni saat ini--terdapat galaksi lain yang 'hidup' di alam semesta? Kira-kira, ada berapa banyak galaksi yang ada? Belasan, puluhan atau ratusan?Jika kamu masih bertanya-tanya, jawabannya adalah ribuan. Ya, ada sekitar 1.300 galaksi yang ada di alam semesta. Sebelumnya, NASA hanya mendeteksi sekitar 70 galaksi yang ada selain galaksi Bima Sakti.Seperti dilansir Mirror pada Rabu (20/7/2016), temuan menakjubkan ini diperlihatkan oleh teleskop radio MeerKAT yang dimiliki proyek SKA (Square Kilometre Array) di Afrika Selatan. Diketahui, SKA memiliki sekitar 64 alat penerima (receptor) berupa parabola yang bertugas untuk mencari galaksi di Tata Surya. Nantinya, SKA akan menambahnya menjadi 3.000 untuk memperdalam pencarian galaksi tersebut."Berdasarkan dari hasil yang kami dapat pada hari ini, kami yakin MeerKAT akan menjadi salah satu teleskop terkemuka yang dapat digunakan di dunia astronomi," kata Justin Jonas, Chief Technologist SKA. Para ilmuwan dari SKA belum bisa mendeteksi lebih detail 1.300 galaksi yang mereka temukan. Untuk itu, 3.000 alat penerima dibutuhkan agar mereka bisa lebih 'jauh' meneliti galaksi liar itu.Teleskop MeerKAT akan beroperasi secara utuh dengan kapasitas maksimal pada akhir 2017. Sementara, 3.000 parabola MeerKAT akan rampung mulai 2020. Teleskop tersebut nantinya tak akan mencari jejak galaksi di luar angkasa, ia juga akan mencari jejak lubang hitam, dark matter dan benda alami lainnya untuk mengungkap asal usul terciptanya alam semesta.(Jek/Cas)
Luar Biasa, Ada Ribuan Galaksi yang 'Hidup' di Alam Semesta
Teleskop radio asal Afrika Selatan menemukan bukti adanya ribuan galaksi yang tersebar di Tata Surya. Menakjubkan!
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1165104/original/017289100_1457436809-galaksi_terjauh.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)