Semangat Membumikan Al-Qur'an, Kabupaten Tangerang Pertahankan Juara Umum MTQ Banten

Kompetisi MTQ 2026 berlangsung sangat ketat mengingat daerah-daerah lain juga mempersiapkan diri dengan sangat baik.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kafilah Kabupaten Tangerang keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-23 Tingkat Provinsi Banten. Gelar ini sekaligus mempertahankan predikat juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut di tengah bencana kebakaran TPA Jatiwaringin.

Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, mengucapkan selamat kepada Kafilah Kabupaten Tangerang yang kembali meraih juara umum MTQ secara berturut-turut untuk kelima kalinya.

Namun, Dimyati juga mengingatkan agar tidak berkecil hati kepada kafilah yang belum berhasil menjadi juara. Menurutnya, Musabaqah Tilawatil Qur'an bukan hanya ajang perlombaan mencari pemenang, melainkan instrumen penting yang harus terus digaungkan untuk membumikan nilai-nilai Islam kepada generasi penerus bangsa.

"Selamat kepada Kafilah Kabupaten Tangerang yang telah berhasil keluar sebagai juara umum, disusul Kota Tangerang di posisi kedua dan Kota Serang di posisi ketiga. Namun, kepada kafilah lain tetap semangat dan jangan berkecil hati, karena ada hal penting yang harus terus dijaga dan digaungkan dalam MTQ, yaitu peran serta kita semua dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an sejak dini serta mempererat silaturahmi atau ukhuwah Islamiyah," ujar Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, kepada awak media, Kamis (9/7/2026) malam.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang mewakili kafilah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, para anggota kafilah telah memberikan hadiah indah dengan mempertahankan prestasi juara umum di tengah daerahnya yang selama 10 hari terakhir berjibaku memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin.

"Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang kembali keluar sebagai juara. Ini merupakan salah satu kado indah di tengah riuh-pikuk penanggulangan bencana kebakaran di TPA Jatiwaringin," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menjadi juara umum tidak diraih dengan mudah atau instan. Butuh proses panjang, persiapan matang, serta kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembinaan di tingkat desa hingga kecamatan.

"Proses tidak akan mengkhianati hasil. Prestasi ini tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi melalui proses panjang. Menjadi juara umum selama lima kali berturut-turut adalah bukti komitmen bersama," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kompetisi MTQ 2026 berlangsung sangat ketat mengingat daerah-daerah lain juga mempersiapkan diri dengan sangat baik. Dengan komitmen bersama serta dukungan dan doa seluruh masyarakat, Kabupaten Tangerang kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

"Yang utama bukan semata-mata kemenangan, tetapi bagaimana momentum MTQ ini menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, terutama generasi muda. Ini adalah bagian dari estafet perjuangan para orang tua, kiai, dan ustaz," lanjutnya.

Â