6 Cara Menjaga Fokus Murajaah agar Hafalan Al-Qur’an Tetap Melekat

Umat muslim wajib tahu cara menjaga fokus murajaah agar hafalan Al-Qur'an tetap terjaga dan melekat dalam hati.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 14:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menjaga fokus murajaah menjadi hal penting agar hafalan Al-Qur’an tetap kuat dan tidak mudah terlupakan. Menghafal Al-Qur’an adalah salah satu amalan mulia yang banyak diimpikan oleh umat Muslim, namun menjaga hafalan agar tetap mengalir dalam kehidupan sehari-hari sering kali menjadi tantangan.

Tanpa dijaga dengan baik, hafalan Al-Qur’an bisa perlahan-lahan hilang seiring waktu. Karena itu, simak enam cara menjaga fokus murajaah untuk membantu menjaga hafalan Al-Qur’an tetap terjaga dan melekat dalam hati, dihadirkan Liputan6.com pada Selasa (26/5).

Prinsip Lebih Banyak Murajaah daripada Ziyadah

Disampaikan langsung oleh Widyan Zulda Mahira (25) yang akrab disapa Dama, Ustaz muda sekaligus hafiz 30 juz Al-Qur'an asal Wonosobo, Jawa Tengah bahwa dalam menghafal Al-Qur'an, lebih banyak mengulang daripada menambah, lebih banyak memurajaahi daripada ziyadah.

"Ziyadah itu menambah, murajaah itu mengulang (artinya). Sehingga ada pepatah, ahli Al-Quran mengatakan bahwasannya murajaah itu seperti layaknya kesetiaan, sedangkan ziyadah adalah cinta. Makanya kalo cinta tanpa adanya kesetiaan ya sangat disayangkan, nambah hafalan terus tapi tidak konsisten untuk mengulang hafalan yang sebelumnya. Padahal, intensitas untuk mengulang itu harus lebih banyak daripada menambah," ujarnya saat dihubungi Liputan6.com pada Senin (11/5).

"Misal kita menambah satu lembar sedangkan yang diulang itu ya semua hafalan yang sudah kita hafalkan, jadi konsekuensinya memang sangat berat sekali," tambahnya.

Dama sendiri menyelesaikan hafalan Al-Qur'an selama kurang lebih empat tahun dari kelas 5 SD hingga 8 SMP. Ia mengatakan, "Kami punya prinsip memang tidak cepat hafalinnya, yang penting sedikit demi sedikit tapi konsisten karena pada hakikatnya prinsip dalam menghafalkan Al-Quran itu lebih banyak mengulang daripada menambah."

Cara Menjaga Fokus Murajaah ala Hafiz 30 Juz Al-Qur'an

Laki-laki lulusan S-1 Agama Murni dan S-2 Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tersebut juga menjelaskan beberapa cara menjaga fokus saat murajaah agar hafalan tetap kuat dan tidak mudah lupa, yakni sebagai berikut:

1. Niat yang Ikhlas

Niat yang ikhlas menjadi dasar utama dalam murajaah. Ketika seseorang mengulang hafalan karena mengharap ridha Allah SWT, proses murajaah akan terasa lebih ringan dan bermakna. Keikhlasan juga membantu seseorang tetap konsisten meskipun tidak ada pujian atau penilaian dari orang lain.

Selain itu, niat yang baik dapat menjaga semangat saat menghadapi rasa malas atau bosan. Dengan mengingat tujuan utama dalam menjaga hafalan, seseorang akan lebih mudah bertahan dan terus memperbaiki kualitas murajaahnya setiap hari.

2. ⁠Meluangkan Waktu, Bukan Mencari Waktu Luang

Murajaah membutuhkan komitmen waktu yang sengaja disiapkan. Banyak orang menunggu waktu luang untuk mengulang hafalan, padahal waktu luang belum tentu datang. Karena itu, penting untuk meluangkan waktu khusus agar murajaah dapat dilakukan secara rutin.

Murajaah juga dapat dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Dama mencontohkan, hal ini bisa dilakukan saat berada di kendaraan, berjalan kaki, atau ketika menunggu sesuatu. Dengan memanfaatkan waktu yang ada, hafalan dapat lebih sering diulang sehingga lebih mudah melekat dalam ingatan.

3. Memiliki Target

Memiliki target membuat murajaah menjadi lebih terarah dan terukur. Seseorang dapat menentukan jumlah halaman, surah, atau waktu tertentu yang ingin dicapai setiap harinya. Dengan begitu, proses murajaah tidak dilakukan secara asal-asalan.

Target juga dapat meningkatkan motivasi karena ada pencapaian yang ingin diraih. Ketika target berhasil diselesaikan, seseorang akan merasa lebih semangat untuk menjaga konsistensi dan melanjutkan murajaah pada hari berikutnya.

4. ⁠Memaksa untuk Menyelesaikan Target Murajaah

Terkadang rasa malas muncul ketika melakukan murajaah, terutama saat tubuh lelah atau pikiran tidak fokus. Dalam kondisi seperti itu, seseorang perlu melatih kedisiplinan dengan memaksa diri menyelesaikan target yang telah dibuat.

Kebiasaan memaksakan diri secara positif akan membentuk rasa tanggung jawab terhadap hafalan. Jika dilakukan terus-menerus, murajaah akan menjadi kebiasaan yang terasa lebih ringan dan tidak mudah ditinggalkan.

5. ⁠Mencari Lingkungan yang Nyaman untuk Murajaah

Lingkungan yang nyaman sangat berpengaruh terhadap fokus saat murajaah. Tempat yang tenang dan minim gangguan dapat membantu seseorang lebih mudah berkonsentrasi dalam mengulang hafalan.

Selain tempat, lingkungan pertemanan juga memiliki pengaruh besar. Berada di sekitar orang-orang yang memiliki semangat menjaga hafalan dapat menambah motivasi dan membuat seseorang lebih istiqamah dalam murajaah.

6. ⁠(Jika Perlu) Cari Teman Terbaik untuk Bisa Selalu Support Diri Kita Murajaah

Memiliki teman yang saling mendukung dalam murajaah dapat membantu menjaga semangat. Teman dapat menjadi pengingat ketika mulai lalai atau malas mengulang hafalan.

Selain itu, murajaah bersama teman juga dapat menjadi sarana saling menyimak dan memperbaiki bacaan. Dengan adanya dukungan dan motivasi dari orang terdekat, proses menjaga hafalan akan terasa lebih menyenangkan dan konsisten.

Apakah Harus Memahami Arti Ayat agar Hafalan Lebih Kuat?

Menjawab pertanyaan apakah harus memahami arti ayat Al-Qur'an agar hafalan lebih kuat, Dama memaparkan, "Memahami arti bisa sebagai sarana memperkuat hafalan dan yang paling utama dalam pemahaman."

"Sehingga yang dibaca (ayat Al-Qur'an) mampu meresap dalam jiwa dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.

Mengetahui arti ayat yang dihafalkan dapat membantu seseorang lebih mudah mengingat urutan dan makna dari setiap ayat. Hal ini juga membuat proses murajaah menjadi lebih bermakna karena tidak hanya mengandalkan hafalan lisan semata.

Selain itu, pemahaman terhadap isi Al-Qur’an dapat mendorong pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, hafalan tidak hanya kuat secara ingatan, tetapi juga memberi dampak pada perilaku dan akhlak.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menjaga Fokus Murajaah agar Hafalan Al-Qur’an Tetap Melekat

1. Apa itu murajaah dalam menghafal Al-Qur’an?

Murajaah adalah proses mengulang kembali hafalan Al-Qur’an yang sudah dihafalkan sebelumnya. Tujuannya agar hafalan tetap kuat, tidak mudah lupa, dan terus melekat dalam ingatan.

2. Mengapa murajaah lebih penting dibandingkan menambah hafalan (ziyadah)?

Menurut narasumber, murajaah perlu lebih diutamakan karena berfungsi menjaga hafalan yang sudah ada. Tanpa pengulangan yang konsisten, hafalan baru bisa membuat hafalan lama perlahan terlupakan.

3. Bagaimana cara meluangkan waktu untuk murajaah?

Murajaah sebaiknya dijadwalkan secara khusus, bukan hanya menunggu waktu luang. Selain itu, murajaah juga bisa dilakukan di sela aktivitas seperti saat di kendaraan, berjalan kaki, atau menunggu sesuatu.

4. Apakah lingkungan berpengaruh terhadap fokus murajaah?

Ya, lingkungan sangat berpengaruh terhadap fokus dan konsistensi murajaah. Tempat yang tenang serta berada di sekitar orang-orang yang memiliki semangat menjaga hafalan dapat membantu meningkatkan motivasi.

5. Apakah memahami arti ayat penting untuk memperkuat hafalan?

Memahami arti ayat dapat membantu memperkuat hafalan sekaligus pemahaman maknanya. Hal ini membuat ayat yang dihafalkan lebih mudah diingat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.