Teman Tuli di Pasuruan Punya Tempat Baru untuk Belajar Al-Qur’an

Rumah Qur’an Sahabat Tuli (RQST) Al Izzah, sarana inklusif baru di Pasuruan, Jawa Timur.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kota Pasuruan kini punya rumah Al-Qur’an bagi teman Tuli. Wadah inklusif ini disebut Rumah Qur’an Sahabat Tuli (RQST) Al Izzah.

Fasilitas ini diresmikan Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, pada Sabtu, 18 April 2026 di Gedung Gradika, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Mas Adi menyampaikan apresiasi atas perjuangan panjang dalam mendirikan Rumah Qur’an Sahabat Tuli Al Izzah. Dia menilai, proses tersebut bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan komitmen dan konsistensi yang kuat selama bertahun-tahun.

“Terima kasih atas perjuangannya untuk peresmian Rumah Qur’an Sahabat Tuli ini. Perjuangan ini tidak mudah, memerlukan komitmen dan konsistensi. Alhamdulillah, dari Jawa Timur sudah dibagikan sekitar 2.000 juz ‘amma untuk sahabat Tuli, termasuk di Kota Pasuruan,” ujar Adi mengutip laman pemerintah kota tersebut. 

Lebih lanjut, Adi berharap keberadaan Rumah Qur’an Sahabat Tuli Al Izzah dapat menjadi penyemangat bagi teman Tuli untuk terus belajar Al-Qur’an, meskipun sebelumnya dihadapkan pada keterbatasan tempat dan fasilitas.

“Selamat atas peresmian Rumah Qur’an Sahabat Tuli Al Izzah Kota Pasuruan. Ini menjadi semangat baru untuk menguatkan para sahabat Tuli dalam belajar Al-Qur’an. Selama ini mungkin masih banyak keterbatasan tempat dan fasilitas, namun ini menjadi komitmen kita untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif,” tambahnya.

Sebelum Ada Rumah Qur’an

Adi juga bercerita soal perjalanan pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara sederhana. Sebelum ada wadah khusus, teman Tuli kerap memanfaatkan Musholla di rumah dinas Wakil Wali Kota hingga Pendopo Surga Surgi dengan fasilitas yang terbatas. Namun, semangat belajar para sahabat Tuli tetap tinggi.

Dengan diresmikannya Rumah Qur’an tersebut, Adi berharap tempat ini dapat menjadi sarana untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Terus belajar dan memberikan manfaat bagi semua, sehingga Kota Pasuruan menjadi kota yang inklusif tanpa terkecuali. Pemerintah akan terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana bagi seluruh warga, termasuk sahabat Tuli yang tergabung dalam Perkumpulan Tunarungu Indonesia (Pertakin) di Kota Pasuruan,” pungkasnya.