Liputan6.com, Makkah - Rohmat baru saja selesai makan siang saat ditemui tim Media Center Haji di hotelnya di wilayah Aziziyah, Makkah, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Langkah jemaah haji itu masih sigap di usianya yang sudah menginjak 74.
Ia menyusuri lorong hotel, lalu berhenti di depan satu pintu untuk mencari istrinya, Masuah. Dari luar, keduanya tampak seperti pasangan jemaah lanjut usia pada umumnya. Namun, keseharian mereka di Tanah Suci berjalan dengan cara yang lebih pelan, lebih sabar, dan sering kali tak mudah ditebak.
Masuah sesekali merengek ingin pulang. Di waktu lain, ia tenggelam dalam pikiran sederhana yang terasa nyata baginya: menyiapkan makanan untuk suami yang ia kira masih menunggu di rumah. Dalam kondisi demensia, waktu dan tempat kerap berubah menjadi sesuatu yang samar, membuatnya lebih sering membutuhkan pendampingan untuk hal-hal paling dasar sekalipun.
Advertisement
Sementara itu, Rohmat menjalani ibadah dengan cara yang tidak kalah sunyi. Ia tidak pernah mendengar lantunan doa atau panggilan di sekitarnya. Sejak lahir, bagi Rohmat dunia hadir tanpa suara tapi ia tetap bergerak mengikuti irama jamaah yang menuntunnya sejak keberangkatan dari Tanah Air.
“Kalau dia mau makan, kita kasih isyarat. Mau keluar juga pakai gerakan tangan,” ujar Muhdi Busro Nasri, teman sekamar yang sehari-hari mendampingi Rohmat.
Di kamar itu, komunikasi tidak bergantung pada kata-kata. Gerak tangan kecil, tatapan, dan kebiasaan yang terulang menjadi bahasa yang cukup untuk saling memahami kebutuhan sehari-hari.
Dalam ibadah pun pola yang sama berlaku: ia mengikuti gerakan jamaah lain tanpa banyak penjelasan. Muhdi tidak menutupi bahwa pertemuan dengan Rohmat terjadi tanpa persiapan.
Mereka baru saling mengenal setelah berada di kamar yang sama. Namun, jarak itu cepat luluh oleh situasi yang menuntut saling menyesuaikan.
“Awalnya kaget, tapi saya pernah ketemu orang yang seperti beliau, jadi bisa cepat menyesuaikan,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan itu, Rohmat bukan sosok yang bergantung sepenuhnya. Ia masih mampu berjalan, bahkan tetap mengikuti manasik bersama istri tercinta sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pendar Cinta di Tengah Keterbatasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6244797/original/048687100_1779121077-WhatsApp_Image_2026-05-18_at_8.18.05_PM.jpeg)
Di Indonesia, Rahmat bekerja sebagai penjaga makam di wilayah Gondrong, Tangerang, Banten. Pekerjaan itu dijalani dengan sederhana: membersihkan area makam, menggali liang lahat, dan merawat tanaman bunga. Dari situ pula ia menghidupi keluarga kecilnya.
Sementara Masuah tetap memegang satu hal yang tidak sepenuhnya hilang: kedekatan pada suaminya. Ia mungkin lupa banyak hal, tapi kehadiran Rohmat tetap menjadi sesuatu yang ia cari dalam cara yang sederhana.
Keluarga besar mereka—anak, cucu, hingga cicit—mengaku bersyukur ada pendamping yang memastikan keduanya tetap terjaga di Tanah Suci. Wiwik Winarti, anggota keluarga pendamping, melihat sendiri bagaimana perhatian kecil menjadi sangat berarti di tengah kondisi tersebut.
Di sisi lain, Rohmat tetap menjaga rutinitas ibadahnya. Salat lima waktu tidak pernah ia tinggalkan, baik di musala hotel maupun Masjidil Haram. Tanpa suara, tanpa panggilan yang ia dengar, ia tetap mengikuti gerakan jamaah dengan khusyuk.
“Waktu umrah wajib, engkong sebenarnya ingin tawaf bersama istrinya. Tapi karena kondisi ibu tidak memungkinkan, ibu tawaf dengan kursi roda di lantai dua, engkong di Mataf,” tutur Wiwik.
Di sela penjelasan itu, Rohmat sempat menggerakkan tangannya, seolah mengulang kembali keinginan yang tak sempat terjadi: menggandeng istrinya saat tawaf.
Di antara lorong-lorong ibadah yang tak pernah benar-benar sepi, keduanya tetap berada dalam ruang yang sama, seolah ditautkan oleh sesuatu yang lebih kuat daripada ingatan atau pendengaran. Ada pendar cinta yang tidak pernah benar-benar kehilangan arah, meski dunia di sekelilingnya perlahan berubah bentuk.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6244796/original/038958600_1779121077-WhatsApp_Image_2026-05-18_at_8.18.21_PM.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676158/original/021295200_1782719955-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_14.42.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169602/original/028083200_1742538564-PHOTO-2025-03-21-09-58-27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519470/original/036664900_1782446330-photo_2026-06-23_14-33-35__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519468/original/030142200_1782446310-photo_2026-06-23_14-33-34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524317/original/080960700_1782453855-Lowongan_BPKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275221/original/010217800_1782128767-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_18.04.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8272432/original/081955200_1782124261-Mbah_Marsiyah__jemaah_Indonesia_tertua__bergeser_ke_Madinah__21_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpg)