Papua Tengah Anggarkan Rp 77,8 Miliar untuk Sekolah Gratis 58 Ribu Siswa

Pemprov Papua Tengah menggelontorkan dana Bosda Rp 77,8 miliar untuk membiayai sekolah gratis bagi puluhan ribu siswa di delapan kabupaten.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 13:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 77,8 miliar untuk membiayai program pendidikan gratis bagi 58.920 siswa jenjang SMP, SMA, SMK, SLB, hingga asrama sekolah pada tahun anggaran 2026.

Kebijakan ini menjadi salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley yang sudah berjalan sejak 2025 lalu.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen konkret pemerintah daerah untuk memperluas akses belajar sekaligus menekan angka putus sekolah yang dipicu oleh faktor ekonomi keluarga.

"Tahun ini kami membiayai 58.920 siswa SMP, SMA, SMK, SLB dan asrama sekolah di Papua Tengah dengan anggaran Rp 77,8 miliar," kata Meki saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 di Nabire, Papua Tengah.

Meki mengklaim, Papua Tengah menjadi provinsi pertama di Tanah Papua yang berani mengucurkan anggaran pendidikan gratis dalam skala besar guna menjangkau peserta didik di seluruh penjuru wilayah.

"Dengan adanya program ini, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk tidak bersekolah karena terkendala biaya pendidikan,” tegasnya.

 

Sertifikasi Guru dan Tambahan Insentif

Selain membebaskan biaya bagi siswa, Pemprov Papua Tengah juga fokus membenahi mutu pengajaran melalui peningkatan kapasitas dan kesejahteraan para guru. Setelah memfasilitasi sertifikasi bagi 801 guru pada 2025, pemerintah setempat kembali menargetkan kuota 1.000 guru tersertifikasi pada tahun 2026, serta jumlah yang sama untuk tahun 2027.

"Dalam tiga tahun kami membiayai hampir 3.000 guru untuk mendapatkan sertifikasi. Kami juga memberikan tambahan insentif bagi para guru," jelas Meki.

Ia berharap perbaikan kesejahteraan tenaga pendidik ini berdampak langsung pada karakter generasi muda Papua. "Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan semangat untuk terus maju," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, merinci bahwa cakupan program sekolah gratis ini telah menjangkau 148 SMP serta 132 lembaga pendidikan menengah (SMA, SMK, SLB, dan asrama) di delapan kabupaten.

“Sudah menjangkau semua sekolah dan pembiayaannya bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang disalurkan pemerintah provinsi kepada sekolah-sekolah penerima,” terang Nurhaidah.

Nurhaidah optimis integrasi antara kebijakan Bosda dan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa lokal akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengentaskan problem putus sekolah.

"Kebijakan ini membantu siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani masalah biaya," tandasnya.