Andai Kutukan Film Bapak Paling Jujur Nyata, Andovi da Lopez Ingin Tragedi Kanjuruhan Terungkap

Para pemain film Bapak Paling Jujur memberikan sejumlah jawaban lain. Termasuk G30S dan Tragedi Semanggi.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Layar lebar Tanah Air kedatangan film baru yang bertajuk Bapak Paling Jujur. Film garapan Fajar Nugros ini mengangkat tema kejujuran, satir politik, dan fenomena pencitraan diri yang dibungkus dalam cerita komedi ringan.

Andovi da Lopez berperan sebagai Jonas Prakoso yang mendapatkan kutukan kejujuran dan membuatnya tidak bisa berbohong lagi di hadapan publik. Ia mengungkapkan jika kutukan tersebut benar-benar ada di dunia ini, ia ingin Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu dapat terungkap siapa dalang di baliknya.

“Banyak masalah HAM yang tidak tuntas. Enggak usah jauh-jauh, di era kita hidup aja Tragedi Kanjuruhan sampai sekarang siapa yang dihukum, siapa yang bertanggung jawab aja masih abu-abu, sementara nyawa sudah banyak hilang,” ujar pria yang akrab disapa Dovi itu dalam media junket di XXI Lounge Epicentrum, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Ia juga mengatakan kejujuran tidak hanya perlu diharapkan dari pihak yang memiliki kekuasaan, tetapi dapat dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, kesadaran tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan yang lebih luas di masyarakat.

“Kalau kita susah mengharapkan kejujuran dari yang di atas, kita mulai aja dari diri kita. Siapa tahu kesadaran kolektif ini menular dan bisa ngerubah arah bangsa kita,” tambahnya.

Dalang di Balik Penembakan Wawan pada Tragedi Semanggi

Selain itu, Benedictus Siregar yang berperan sebagai Marbun juga berbicara tentang harapannya untuk mengetahui siapa pembunuh anak dari Maria Catarina Sumarsih, Benardius Realino Norma Irawan atau yang dikenal Wawan, yang tewas ditembak dalam Tragedi Semanggi pada 13 November 1998 lalu.

“Aku sangat mengidolakan Bu Maria Sumarsih. Aku pengin tahu siapa sebenarnya yang bunuh anaknya, Wawan,” tuturnya.

Ia membayangkan betapa beratnya menjadi seorang ibu yang rela merasakan sakit itu sampai detik ini agar kejadian tersebut tidak terulang kembali kepada anak lainnya.

“Karena aku belum pernah menjadi ibu, aku juga enggak akan jadi ibu, tapi aku punya ibu, dan kayaknya akan berat banget untuk seorang ibu. Dia punya pilihan untuk move on, tapi dia memilih untuk enggak move on. Dia merasakan sakit agar kejadian yang menimpa anaknya enggak terjadi lagi ke anak-anak yang lain,” katanya sambil tersedu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Jadi, aku pengin banget minimal Bu Maria Sumarsih tahu siapa pembunuh anaknya,” tambahnya.

Halaman
Show All
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan