Ungu Genap 30 Tahun, Tetap Bertahan dengan 5 Personel yang Sama

Ungu merayakan 30 tahun perjalanan musik dengan lima personel yang sama. Enda dan Pasha mengungkap kunci band tetap utuh hingga kini.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Grup band UNGU genap berusia 30 tahun dan masih bertahan dengan lima personel yang sama. Hal itu dirayakan lewat konser "UNGU - Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Para personel membagikan kunci mereka menjaga band tetap utuh.

"Dari pertama kali kita berlima dalam formasi yang seperti ini kita punya cita-cita yang sama. Pengen bermain musik, bekerja di hobi yang sama, hobi yang akhirnya jadi pekerjaan dan insyaallah jadi rezeki buat kita," ujar Enda Ungu saat ditemui di kawasan FX Sudirman, Selasa (6/10/2026).

"Bisa mengubah hidup kita berlima dan pada akhirnya kita patuh pada peraturan. Dan dengan secara tidak sengaja akhirnya kita menciptakan sistem," sambungnya.

Sistem yang Terus Dipegang UNGU

Sistem itu terus dipegang Ungu sampai sekarang. Setiap personel punya kesibukan sendiri di luar band. Meski begitu, Ungu tetap jadi yang utama.

"Dan sistem itu yang kita anut sampai sekarang bahwa band punya harus seperti ini loh. Harus sense of belonging terhadap band-nya tuh harus tinggi banget mau ngapain juga. Mas Makki dengan bisnisnya, dengan pekerjaannya, Mas Rowman dengan pekerjaan produsernya, Onci pun dengan proyek solonya," katanya.

"Aku seperti itu juga, Mas Pasha apalagi Mas Pasha. Kita tidak pernah khawatir kita punya punya apa side, kita benar-benar meyakini bahwa kita berlima percaya bahwa Ungu tuh tetap menjadi yang utama di dalam kehidupan karir kita berlima," sambungnya.

 

Membagi Perjalanan 30 Tahun ke Dalam Tiga Fase

Pasha Ungu membagi perjalanan 30 tahun Ungu ke dalam tiga fase. Fase pertama adalah masa sulit sejak 1996 sampai 2006. Setelah itu datang masa menikmati hasil kerja keras.

"30 tahun adalah terbagi di 3 fase. Yang pertama fase masa-masa sulit kita ya. Masa-masa sulit, masa-masa kita berjuang dari tahun 96 dari zaman Mas Makki sebagai founder sampai kami bergabung Enda bergabung, Mas Roman dan Mas Oncy. Itu sampai 2006," jelasnya.

Fase ketiga dimulai pada 2016, saat Pasha menjabat kepala daerah. Masa itu disebutnya berat bagi seluruh personel. Pasha menilai Ungu punya tanggung jawab menjaga musik tetap hidup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Sampai akhirnya kita masuk di masa survive. 2016 di saat saya jadi kepala daerah. Itu saya tahu lah pasti berat buat teman-teman Ungu juga, dan saya juga berat sebenarnya. Berat kadang nggak gajian Jumat waktu itu kan. Hilang lagi tuh gajian itu," ujarnya. "Selama saya menjadi kepala daerah. Jadi 2016 sampai ke 2026 ini sebenarnya masa-masa survive. Kita membuktikan kepada industri ini bahwa musik tidak boleh punah di negeri ini," sambungnya. Bagi Enda, bisa bersama selama 30 tahun saja sudah lebih dari cukup. Ia tidak memikirkan sistem yang rumit. Satu pesannya soal bertengkar dan bubar. "Mungkin memaknai 30 tahun ini ya satu hal di dalam pribadi aku berpikir bahwa insyaallah Allah ngasih kita umur panjang terus-terus kita masih bisa bersama berlima ya kan, bisa ketemu terus-terus, itu udah lebih dari cukup. Kita tidak pernah memikirkan sistem yang seperti apa, insyaallah band ini ada terus. Berantem harus, tapi jangan bubar insyaallah," pungkasnya.

Halaman
Show All
Febi Anindya KiranaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan