6 Lirik Lagu Ikonis Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Dibawakan Chrisye, Tak Lekang oleh Waktu

Untuk mengenang mendiang, simak enam lagu populer yang diciptakan Guruh Soekarnoputra yang menampilkan suara emas Chrisye berikut ini.

Diterbitkan 26 September 2026, 08:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mangan ra doyan ra jenak dolan, nang ngomah bingung)

Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani

Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini

Maka izinkanlah aku mencintaimu

Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu

Maka izinkanlah aku mencintaimu

Atau bolehkanlah ku sekadar sayang padamu

Maka maafkan jika aku mencintaimu

Atau biarkan ku mengharap kau sayang padaku

Maka maafkan jika aku mencintaimu

Atau biarkan ku mengharap kau sayang padaku

2. Zamrud Khatulistiwa (1978)

Aku bahagia hidup sejahtera di khatulistiwa

Alam berseri-seri bunga beraneka

Mahligai rama-rama, bertajuk cahya jingga

Surya di cakrawala

 

S'lalu berseri alam indah permai di khatulistiwa

Persada senyum tawa, hawa sejuk nyaman

Wajah pagi rupawan burung berkicau ria

Bermandi embun surga

 

Syukur ke hadirat yang Maha Pencipta

Atas anugerah-nya tanah nirmala

Bersuka cita, insan di persada yang aman sentosa

Damai makmur merdeka di setiap masa

Bersyukurlah kita semua( bersatulah kita semua)

S'lalu berseri, alam indah permai di indonesia

Negeri tali jiwa hawa sejuk nyaman

Wajah pagi rupawan burung berkicau ria

Bermandi embun surga

 

Syukur ke hadirat yang Maha Kuasa

Atas anugerah-Nya tanah bijana

3. Anak Jalanan (1978)

Anak jalanan kumbang metropolitan

Selalu ramai dalam kesepian

Anak jalanan korban kemunafikan

Selalu kesepian di keramaian

 

Tiada tempat untuk mengadu

Tempat mencurahkan isi kalbu

Cinta kasih dari ayah dan ibu

Hanyalah peri yang palsu

 

Anak perawan kembang metropolitan

Selalu resah dalam penantian

Anak perawan korban keadaan

Selalu menanti dalam keresahan

Tiada restu untuk bertemu

Restu menjalin hidup bersatu

 

Kasih sayang dari ayah dan bunda

Hanyalah adat semata

 

 

Anak gedongan metropolitan

Menuntut hidup alam kedamaian

Anak gedongan korban kesibukan

Hidup gelisah dalam keramaian

Tiada waktu untuk bertemu

Waktu berkasihan dan mengadu

Karena orang tua metropolitan

Hanyalah budak kesibukan

4. Galih dan Ratna (1979)

Dua sejoli menjalin cinta

Cinta bersemi dari SMA

Galih dan Ratna mengikat janji

Janji setia, setia abadi

 

Oh Galih, oh Ratna cintamu abadi

Wahai Galih, duhai Ratna

Tiada petaka merenggut kasihmu

Dua sejoli menjalin cinta

Cinta bersemi dari SMA

Galih dan Ratna mengikat janji

Janji setia, setia abadi

Oh Galih, oh Ratna cintamu abadi

Wahai Galih, duhai Ratna

 

Tiada petaka merenggut kasihmu

Oh Galih, oh Ratna cintamu abadi

Wahai Galih, duhai Ratna

Tiada petaka merenggut kasihmu

Merenggut kasihmu

 

5. Lenggang Puspita (1986)

Jalan berlenggak-lenggok gemulai

Langkah nan anggun tinggi semampai

Di antara rerumpunan bambu

Kudengar derai tawamu

Wajah berbinar-binar ceria

Senyum manis menghiasi senja

Di antara bunga-bunga rindu

Kucium harum napasmu

Oh dara

 

Ke mana kau pergi melangkah

Juwita

Tahukah kau hatiku resah

Oh dara

Mengapa kau terus melangkah

Juwita

Mengapa ku tak berdaya

Mengapa ku tak berdaya

 

Oh Juwita

Ku tak berdaya

Jalan berlenggak-lenggok gemulai

Langkah nan anggun tinggi semampai

Di antara rerumpunan bambu

Kudengar derai tawamu

Wajah berbinar-binar ceria

Senyum manis menghiasi senja

 

Di antara bunga-bunga rindu

Kucium harum napasmu

Oh dara

Ke mana kau pergi melangkah

Juwita

Tahukah kau hatiku resah

Oh dara

Mengapa kau terus melangkah

Juwita

Mengapa ku tak berdaya

Ke mana kau pergi melangkah

Tahukah kau hatiku resah

Mengapa tak berdaya

Oh dara

6. Gita Cinta (1980)

Mekar bersemi untaian kasih

Jumpa cinta pertama

Telah tertanam rindu dendam

Semakin dalam semakin kelam

 

Indah cinta berakhir duka

Mengalun sunyi dibuai mimpi

Masa remaja punahlah sudah

Menjauh dari angan merapuh

 

Kini kucari celah bahagia

Di atas jalan nan penuh duri

Kugapai-gapai kasih nan luruh

Engkau kini smakin jauh

 

Tiada lagi senyum lembutmu

Sendiri berjalan di dalam kelam

Ke mana arah yang kutuju

Engkau hanyalah bayangan beku

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan