Daftar Pemenang Asia Micro Film Festival 2026, Termasuk Rancage dan Pulang

Para pemenang akan melaju ke tingkat Asia dalam rangkaian Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 dan berpeluang tampil di Grand Final di Manila, Filipina.

Diterbitkan 12 September 2026, 11:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kita melihat AI ini dilihat sebagai tools ya. Kita jadikan ini salah satu cara agar teman-teman di Indonesia bisa berekspresi. Memang di beberapa negara tidak menjadikan AI ke dalam kategori. Tapi kita lihat AI ini justru menjadi tools," tutur Head of Program Campaign for Good, Ahmad Aziz.

Kategori Best AI Film Award dimenangkan Dika Karan lewat film pendek Pulang (Homecoming). Kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi baru dapat digunakan untuk memperluas cara sineas menyampaikan cerita tanpa menghilangkan sentuhan manusia.

"Menurut saya AI hanya alat bantu. Jadi di balik itu ada manusia yang mengendalikan. Untuk rasa, memori, shot yang indah, tetap dari manusia yang mengendalikan. Itu hanya alat bantu untuk berkarya," jelas Dika.

Rancage dari IPB University

Penghargaan Best Project Award diraih inisiatif Rancage dari IPB University. Program tersebut mendapatkan apresiasi atas upayanya melakukan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga Desa Sukajadi.

"Tidak menyangka, alhamdulillah mendapatkan juara Best Project. Tentu proyek dari peserta lain sama luar biasanya. Tentu dengan adanya eksposur dari Micro Asia ini yang mendapat profit ya komunitas. Meski sudah berjalan tentu masih banyak yang bisa dikembangkan dari Desa Sukajadi. Misal jalan, atau parkiran yang masih sulit," ucap Wina Ekawati, sutradara proyek Rancage.

Festival yang menyediakan total hadiah Rp325 juta tersebut juga memberikan penghargaan Honourable Mention kepada Nyanyian di Angkringan karya Shafiyah Aida dan produser Yansen Emanuel Irawan.

 

Apresiasi atas Isu Sosial yang Diangkat

Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation, Deviani Wulandari, mengapresiasi keberanian para finalis dalam mengangkat isu sosial melalui medium film. Ia berharap karya-karya tersebut tidak hanya berhenti sebagai kompetisi, tetapi mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

"Saya sangat mengapresiasi para finalis yang sudah kerja keras menyampaikan satu isi dan berbuat baik sehingga bisa diketahui lebih luas. Kami berharap ini tidak berhenti di sini, dan berharap tidak hanya di Indonesia," pungkas Deviani.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan