Tiza Mafira Harap Ekonom dan Generasi Muda Nonton Film Dokumenter Energi Untuk Negeri

Tiza Mafira, direktur Climate Policy Initiative Indonesia harap Energi Untuk Negeri memberi pemahaman pada masyarakat tentang transisi energi.

Diterbitkan 03 September 2026, 00:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tiza menanyakan kenapa harus kata tetapi sebagai penyambung kalimat tersebut.

“Kenapa kata-kata penyambungnya tetapi? Justru harusnya adalah kita harus mengejar GDP growth, oleh karena itu kita harus galakkan transisi energi. Karena transisi energi itulah yang akan membuat kita memiliki daya saing,” kata dia.

Keseimbangann dalam Subsidi dan Pajak

Mitos ketiga yang ia katakan adalah reformasi subsidi tidak bisa dilakukan.

“Yang ketiga mitos yang saya sering dengar adalah bahwa kita enggak bisa mereformasi subsidi. Kita enggak bisa membuat pajak karbon karena itu akan politically tidak populer gitu,”

Film dokumenter tersebut, berangkat dari sini.

“Film ini berusaha menunjukkan ada banyak jalan untuk rebalancing subsidi dan pajak. Subsidi bisa direformasi tanpa membuat harga barang tidak terjangkau bagi masyarakat. Pajak karbon itu bisa dilakukan tanpa membuat harga-harga barang menjadi inflasi karena di-balance dengan pengurangan pajak-pajak lainnya,” ucap Tiza

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Afradhiya N. R, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan