Lafa Pratomo Rayakan 12 Tahun Berkarya, Gandeng Isyana Sarasvati hingga Hindia dalam EP Garis Tegak

Menurut Lafa Pratomo, Garis Tegak menjadi simbol ketangguhan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi banyak orang.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 14:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Lafa Pratomo merayakan 12 tahun karier dengan proyek kolaboratif "Garis Tegak".
  • Proyek ini melibatkan 12 musisi lintas genre, bertema resiliensi dan bertahan hidup.
  • Keberhasilan proyek diukur dari penyampaian pesan, bukan keuntungan ekonomi semata.

Liputan6.com, Jakarta - Produser musik Lafa Pratomo merayakan 12 tahun perjalanan kariernya di industri musik dengan meluncurkan proyek kolaboratif bertajuk "Garis Tegak". Bersama KithLabo, Lafa menggandeng 12 musisi lintas genre untuk menghadirkan karya yang mengangkat tema resiliensi dan semangat bertahan hidup.

Menurut Lafa, Garis Tegak menjadi simbol ketangguhan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi banyak orang saat ini. Ke-12 musisi tersebut antara lain Nadhif Basalamah, Bilal Indrajaya, Ari Lesmana, Isyana Sarasvati, Jason Ranti, Hindia, hingga Banda Neira.

"Garis Tegak itu jadi lambang dari resiliensi. Gue melihat posisi gue, tim gue, dan teman-teman kolaborator ada di posisi yang sama. Mungkin kita kelas menengah yang sekarang hidupnya ya bertahan aja. Cara gue melawan adalah bagaimana gue bisa bertahan dan gimana teman-teman di sekitar gue juga bisa bertahan. Setiap lagu akhirnya menyampaikan resiliensi dari sudut pandang yang berbeda-beda," ujar Lafa Pratomo di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

KithLabo berperan sebagai mitra strategis yang menyediakan ruang bagi para musisi untuk bereksplorasi secara bebas. Head of Artist Services Believe Indonesia, Ririe Cholid, mengatakan pihaknya ingin memastikan pesan dari proyek tersebut dapat tersampaikan secara luas kepada pendengar.

"Bagi kami, playground yang KithLabo hadirkan adalah ruang aman bagi para musisi untuk bebas berekspresi dan bersuara setulus mungkin melalui karyanya. Kami ingin memastikan karya ini terpromosikan dengan maksimal sehingga pesan dari ke-12 musisi ini benar-benar sampai dan beresonansi dengan pendengarnya," ujar Ririe.

Seperti Angka 8

Single pembuka EP ini berjudul "Seperti Angka 8", yang mempertemukan Feby Putri dan Matter Mos. Lagu tersebut mengangkat kisah perjalanan hidup, cinta, dan ketahanan dalam menghadapi berbagai fase kehidupan.

"Saat pertama kali merantau ke Jakarta, aku merasa berjalan sendirian menuju tujuan yang kupikir sudah jelas. Ternyata aku harus melewati banyak jalan lain dulu hanya untuk bertahan hidup. Di perjalanan itu aku bertemu seseorang yang kemudian menemaniku hingga akhirnya kami jatuh hati dan menikah," ungkap Feby.

Tantangan Overthinking

Meski telah berpengalaman menangani berbagai proyek musik, Lafa mengaku tantangan terbesar dalam pengerjaan "Garis Tegak" justru datang dari dirinya sendiri. Overthinking yang mendera justru menjadi salah satu hal yang harus ditaklukannya.

"Aku selalu berangkat dari rumah nggak tahu mau bikin apa. Jadi overthinking itu tantangan pertama. Nanti gimana ya sama mereka, nanti di studio gimana ya," katanya.

Keberhasilan Proyek yang Tak Diukur dari Sisi Ekonomi Semata

Band punk rock The Jansen yang ikut terlibat dalam proyek ini juga merasakan pengalaman berbeda. Mereka harus memulai proses kreatif dari nol bersama Bilal Indrajaya untuk menemukan titik emu musikal yang sesuai.

Bagi Lafa, keberhasilan proyek ini tidak diukur dari sisi ekonomi semata, melainkan dari sejauh mana pesan yang terkandung dalam lagu-lagunya dapat diterima oleh pendengar.

"Aku nggak terlalu mikirin target ekonomi akan seperti apa. Buat aku bisa berkumpul sama musisi-musisi keren ini udah bersyukur. Yang penting pesan di musik ini bisa tersampaikan," pungkas Lafa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Cara Dewi Perssik Lepas Rindu dengan Anak yang Jadi Taruna Akmil

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan