Didiet Maulana Izinkan Desain Ronce Melati Syifa Hadju Diduplikasi, Diprediksi Jadi Tren Baru

Desainer Didiet Maulana membuat gebrakan dengan mengizinkan duplikasi desain ronce melati Syifa Hadju, membuka peluang kreativitas dan ekonomi bagi perajin.

Diterbitkan 27 April 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia bahkan menambahkan harapan yang lebih luas,

“Mudah-mudahan teman-teman peronce melati di seluruh Indonesia juga bisa terkena dampak dari ronce melati Syifa Hadju. Kita berbagi, karena kreativitas itu sangat membahagiakan ketika banyak yang bisa ikut merasakannya.”

Pernyataan ini terasa sederhana, tetapi dampaknya besar. Didiet tidak hanya membagikan desain, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas kolektif. Ia menggeser perspektif dari “kepemilikan karya” menjadi “berbagi inspirasi”.

Sentuhan Didiet Maulana yang Konsisten Bercerita

Ronce melati ini bukan satu-satunya elemen menarik dari prosesi siraman tersebut. Didiet juga merancang busana dengan pendekatan yang tidak biasa, termasuk untuk El Rumi.

Ia mengambil inspirasi dari waistcoat—busana pria era Regency—lalu menerjemahkannya ke dalam konteks budaya Indonesia. Hasilnya adalah tampilan yang rapi, klasik, namun tetap terasa relevan.

Detail bordir tumbuhan yang menjalar menjadi simbol harapan akan kehidupan yang terus tumbuh dan harmonis. Sementara tekstur pada kain jumputan memberikan dimensi visual yang memperkaya keseluruhan tampilan.

Semua elemen ini terasa saling terhubung, membentuk cerita yang utuh—tentang cinta, harapan, dan perjalanan baru.

Tren Baru yang Lebih Inklusif

Apa yang dilakukan Didiet Maulana bukan hanya soal desain yang indah, tetapi juga cara pandang yang segar. Dengan mengizinkan duplikasi, ia secara tidak langsung mendorong lahirnya variasi baru dalam ronce melati.

Tradisi yang sebelumnya cenderung statis kini memiliki ruang untuk berkembang. Para perajin bisa mengeksplorasi bentuk, pola, hingga detail tambahan tanpa meninggalkan esensi budaya.

Langkah ini juga membuka peluang ekonomi. Ketika sebuah desain menjadi tren dan dapat diadaptasi secara luas, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak pelaku usaha kecil di bidang pernikahan.

FAQ Seputar Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

1. Apa yang membuat ronce melati Syifa Hadju viral?

Desainnya unik karena menyerupai perhiasan dan dipadukan dengan kristal, berbeda dari ronce tradisional.

2. Siapa yang merancang ronce melati tersebut?

Ronce melati dirancang oleh Didiet Maulana.

3. Apakah desain ini boleh ditiru?

Ya, Didiet secara terbuka mengizinkan siapa saja untuk menduplikasi dan mengembangkan desain tersebut.

4. Apa makna warna biru dalam siraman Syifa?

Biru langit dipilih karena merupakan warna favorit El Rumi, sekaligus memberi nuansa lembut dan romantis.

5. Apa keunikan konsep siraman mereka?

Menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern, termasuk inspirasi busana dari era Regency.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Fitriyani Puspa Samodra, Rizky MandasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan