Sara Wijayanto Bongkar Sosok Hantu Lila, Bocah 8 Tahun yang Tewas di Tangan Ibu Kandung

Sara Wijayanto rajin melakukan penelusuran ke tempat wingit. Salah satu yang fenomenal, pertemuan dengan hantu Lila. Cerita Lila diangkat ke layar lebar.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kisah hantu Lila dari YouTube Sara Wijayanto diadaptasi menjadi film horor.
  • Lila adalah anak kecil yang dibunuh ibunya, Rahma, bersama saudara kembarnya.
  • Kisah Lila menyoroti bahaya kekerasan dalam keluarga, bahkan di rumah sendiri.

Liputan6.com, Jakarta - Sara Wijayanto dikenal rajin melakukan penelusuran ke tempat wingit. Dokumentasi penelusuran ini diabadikan dalam konten Diary Misteri Sara di kanal YouTube-nya yang memiliki 11 jutaan subscribers. Salah satu yang populer adalah hantu Lila.

Kisah Lila viral hingga ditonton lebih dari 10 juta kali. Cerita Lila kemudian diusung ke layar lebar oleh rumah produksi MVP Pictures. Syuting film horor Cerita Lila dimulai pekan ini dengan bintang Lutesha, Shareefa Daanish, Aci Resti, Whani Darmawan, dan Annisa Hertami.

“Lila itu anak kecil yang karena situasi, dipaksa dewasa. Sosok Lila ini mengingatkan aku tentang kekuatan. Walaupun masih kecil, dia punya tanggung jawab besar untuk menjaga keluarganya,” kata Sara Wijayanto kepada Showbiz Liputan6.com, di Jakarta Selatan, pada Senin (26/1/2026).

Ia kali pertama bertemu Lila kala melakukan penelusuran bersama tim di Bogor, Jawa Barat, beberapa tahun lalu. Kali pertama bertemu, Sara Wijayanto kasihan. Anak kecil yang harusnya bermain dan belajar jadi korban ketidakadilan. Ironisnya, pelaku justru orang yang harusnya melindungi Lila.

“Lila sengaja dibunuh ibunya. Dia tersesat (di alam lain) karena mencari adiknya. Di dunia sana, kayak baru terjadi kemarin atau enggak sadar bahwa sudah berpindah dimensi. Kami ketemu, akhirnya dia menceritakan apa yang terjadi,” ia menyambung.

Pertemuan Sara Wijayanto dan Lila menguak sejumlah fakta mengerikan. Sara Wijayanto mengingat dalam Islam, ada tiga harian, tujuh harian, sampai 40 harian mengantarkan doa untuk mereka yang telah mangkat menuju keabadian.

 

Lila Cantik Banget

Sara Wijayanto mengaku mendapat kepercayaan dari Lila sehingga beroleh gambaran apa yang menimpa Lila dan saudara kembarnya, Lili. Keduanya tewas di tangan ibu kandung yang kemudian diketahui bernama Rahma.

“Lila cantik banget, usia 8 tahunan. Adiknya Lila ini kembar tapi anak berkebutuhan khusus. Keduanya dibunuh ibunya. Kami bertemu di Bogor. Pesannya anak-anak ini, mengalami hal buruk, tapi masih tetap ada rasa sayang walaupun ibunya melakukan hal itu,” urainya.  

 

Buku Wingit

“Lucunya, beberapa tahun kemudian aku menulis buku Wingit. Lila dan Lili sudah aku doakan. Enggak mungkin aku panggil-panggil lagi. Jadi, bagaimana aku bisa menceritakan mereka? Akhirnya, aku mendapat sosok ibunya, Rahma,” Sara Wijayanto menyambung.

Dari situ ada cerita lain. Pandangan seorang ibu yang mengalami banyak hal, jatuh bangun kehidupan. Sara Wijayanto enggan menguak detail mengapa Rahma sekejam itu. Ia hanya menggambarkan, Rahma adalah perempuan yang berjuang lalu “kalah.”

 

Bahaya di Lingkungan Keluarga

Sara Wijayanto menjelaskan, Lila bagaikan cermin kehidupan. Dari kisah kelam dan tragisnya, ia belajar bahwa hal buruk bisa terjadi di ruang yang seharusnya paling aman dan nyaman yakni rumah.

“Di luar sana, banyak orang mengalami hal buruk di lingkungan kelarga. Yang harusnya merasa aman dan nyaman, tapi dia enggak bisa melakukan apa-apa karena menjadi korban abuse,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi, Jumat 7 Agustus Pukul 08.30 WIB di Indosiar

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan