"Kang Epy orang baik, orang yang Masya Allah. Dia memang mendedikasikan hidupnya buat menghibur orang," kenang Boi Idrus dengan suara bergetar, di rumah duka, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025) malam.
Opie Kumis, juga mengenang almarhum sebagai pribadi yang sangat terbuka dan memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap rekan-rekannya.
"Ini orang yang enggak pelit ilmu, enggak pelit sama apa yang dia punya. Dia paling tahu.. misalnya lihat teman susah, dia selalu bantu," ujar Opie Kumis di rumah duka, Rabu (3/12/2025).
Kondisi Epy Kusnandar Sebelum Meninggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431916/original/016605400_1764750715-ClipDown.com_587887522_18544051177017498_7999600289989618982_n__1_.jpg)
Sebelum berpulang, Epy Kusnandar diketahui memiliki riwayat penyakit serius. Ia sempat berjuang melawan kanker otak stadium akhir dan sebelumnya juga pernah mengalami stroke. Meski begitu, ia tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasa bersama keluarga dan pekerjanya, termasuk mengelola usaha kuliner yang ia tekuni bersama sang istri.
Menurut keterangan keluarga, kondisi kesehatan Epy menurun drastis menjelang hari wafatnya. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 14.24 WIB.
Putra Epy Kusnandar, Damar Rizal Marzuki, mengatakan bahwa kondisi almarhum ayahnya menurun drastis. “Penyakitnya berhubungan dengan otak. Sama seperti jantung, bisa terjadi tiba-tiba dalam hitungan detik,” ujar Damar saat di rumah duka, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025) malam.
Sebelumnya kondisi Epy sudah menunjukkan penurunan yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir. Padatnya jadwal aktivitas membuat almarhum sering kali mengabaikan rasa lelah yang dirasakannya.
Damar menuturkan bahwa sang ayah memang kerap mengeluhkan kondisi fisiknya yang melemah, namun ia enggan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
“almarhum memang sudah beberapa minggu terakhir sering mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan akibat aktivitas padat. Bahkan beberapa kali sempat pingsan, namun tak ingin dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.
Puncak kondisi kritis Epy Kusnandar terjadi pada waktu subuh Rabu, 3 Desember 2025, ketika keluarga sedang beristirahat. Sang istri, Karima Ranau, yang pertama kali yang menemukan almarhum dalam kondisi tidak berdaya di lantai kamar tidur.
“Hingga akhirnya, subuh tadi sang istri menemukan Epy dalam kondisi terjatuh di lantai kamar, di samping kasur, dan sudah dalam keadaan muntah serta tidak sadarkan diri,” ungkapnya.
Walhasil, keluarga segera bertindak dengan melarikan Epy ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) sekitar pukul 05.30 WIB. Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat, tim medis langsung melakukan penanganan intensif, namun tekanan darah almarhum saat itu sudah melonjak ke angka yang sangat berbahaya.
“Rumah sakit sudah lakukan yang terbaik. Tensinya sempat sangat tinggi sampai 200 sekian,” ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter, diketahui terdapat penyumbatan pembuluh darah pada bagian batang otak..“Batang otak itu pusat kontrol kehidupan: gerak, napas. Yang tersumbat cuma satu, tapi itu krusial,” jelas Deniar, adik almarhum Epy.
Menjelang siang hari, keluarga besar dan kerabat dekat telah berkumpul untuk mendoakan Epy. Namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 14.24 WIB, Epy dinyatakan telah meninggal dunia.
“Jam 14.24 WIB Kang Epy berpulang, meninggalkan kita semua,” ucap Deniar.
Latar Belakang Kehidupan Pribadi Epy Kusnandar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828505/original/031965300_1715401921-Screenshot_20240511_111432_Instagram.jpg)
Epy Kusnandar lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia sudah aktif dalam kegiatan teater, menunjukkan minat dan bakatnya di dunia seni peran. Ia bercita-cita menjadi aktor besar seperti Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Setelah lulus SMA pada tahun 1983, Epy melanjutkan pendidikannya ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1989. Selama di IKJ, ia aktif di berbagai sanggar teater, termasuk Pantomim Sena Didi dan Theater Aristokrat, mengasah kemampuannya di panggung.
Perjalanan Karier dan Lika-Liku Kehidupan Epy Kusnandar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431995/original/033589800_1764752839-l.jpg)
Perjalanan karier Epy Kusnandar di dunia hiburan dimulai dari panggung teater, sebelum akhirnya merambah layar kaca dan layar lebar.
| Tahun | Peristiwa Penting | Keterangan |
|---|---|---|
| Sebelum 1996 | Aktif di Teater | Mengembangkan kemampuan akting di berbagai sanggar teater seperti Pantomim Sena Didi dan Theater Aristokrat. |
| 1996 | Debut Sinetron | Pertama kali berakting di serial televisi '1 Kakak 7 Ponakan'. |
| 2000 | Debut Film Layar Lebar | Berperan sebagai Upay dalam film 'Petualangan Sherina'. |
| 2006 | Film 'Maskot' | Berperan sebagai Sapari dalam film 'Maskot'. |
| 2008 | Menikah dengan Karina Ranau | Pernikahan kedua Epy Kusnandar. |
| 2008 | Populer di 'Suami-suami Takut Istri' | Dikenal luas melalui perannya sebagai Dadang, satpam di sinetron komedi tersebut. |
| 2014 | Film Internasional | Berperan dalam film 'Killers' dan 'The Raid 2: Berandal'. |
| 2015 | Puncak Popularitas 'Preman Pensiun' | Mencapai popularitas besar sebagai Kang Mus (Muslihat) dalam sinetron 'Preman Pensiun' yang tayang perdana pada 12 Januari 2015. |
| 2023 | Berjualan Kerupuk | Mengaku berjualan kerupuk dorokdok keliling sebagai pekerjaan sampingan. |
| Mei 2024 | Kasus Narkoba | Ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat terkait penyalahgunaan narkoba jenis ganja bersama rekannya, Yogi Gamblez. |
| Oktober 2025 | Insiden Warung Makan | Warung makan miliknya dan istri di Kalibata City mengalami tindakan premanisme. |
| 3 Desember 2025 | Meninggal Dunia | Berpulang di usia 61 tahun. |
Prestasi & Pencapaian
![[Bintang] Epy Kusnandar](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/B27SaOJLdbcxir0FPl8KEsSJ6zU=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2062130/original/020951300_1523076557-epy_kusnandar__9_.jpg)
-
Piala Vidia - Pemeran Pembantu Pria Terbaik (2012): Epy Kusnandar dianugerahi penghargaan ini di Festival Film Indonesia 2012 untuk perannya dalam FTV 'Maaf Lebaran Ini Kami Tidak Pulang' atau 'Sandal Bolong Untuk Hamdani'. Ini merupakan pengakuan atas kualitas aktingnya di kancah perfilman nasional.
-
Piala Vidia - Pemeran Utama Pria FTV Terbaik (2014): Ia kembali meraih penghargaan di Festival Film Indonesia 2014 sebagai Pemeran Utama Pria FTV Terbaik. Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai aktor FTV terkemuka.
Ikonik sebagai Kang Mus: Perannya sebagai Kang Mus dalam sinetron 'Preman Pensiun' menjadikannya sangat populer dan karakter tersebut melekat kuat pada dirinya, dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Fakta Unik Epy Kusnandar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4716099/original/067675300_1705292906-6.jpg)
-
Penyintas Tumor Otak: Epy Kusnandar pernah divonis mengidap tumor otak dan dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan alternatif serta menerapkan gaya hidup sehat.
Wasiat Pemakaman: Ia memiliki wasiat untuk dimakamkan di Garut, Jawa Barat, kampung halamannya.
Bisnis Kuliner: Bersama istrinya, Karina Ranau, ia memiliki warung makan yang sempat viral karena dugaan tindakan premanisme. Warung ini juga pernah disebut dalam konteks dugaan pungli.
Kehidupan Keluarga: Epy Kusnandar menikah dua kali. Dari pernikahan pertamanya, ia dikaruniai dua anak laki-laki, Qodrat Pratama Putra (lahir 1990) dan Damar Rizal Marzuki (lahir 1992). Kemudian, dari pernikahan keduanya dengan Karina Ranau, ia memiliki seorang anak bernama Quentin Stanislavski Kusnandar (lahir 2009).
Berjualan Kerupuk: Ia sempat berjualan kerupuk dorokdok keliling, sebuah langkah yang diambil karena kesadaran bahwa karier di dunia hiburan tidak selalu bisa diandalkan seiring bertambahnya usia.
Perjalanan hidup Epy Kusnandar adalah cerminan dari ketekunan, bakat, dan semangat pantang menyerah. Dari panggung teater hingga menjadi ikon televisi, ia telah membuktikan bahwa dedikasi pada seni dapat membawa seseorang melampaui batas. Meskipun diwarnai berbagai cobaan dan kontroversi, Epy Kusnandar tetap dikenang sebagai sosok yang inspiratif, yang mampu bangkit dari keterpurukan dan terus berkarya. Warisan seninya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
![[Bintang] Epy Kusnandar](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ByBnGWTz61sF1TRXs-yrdWdopxU=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2062124/original/002029800_1523076557-epy_kusnandar__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261477/original/074496300_1671047490-AP22348710214768.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288261/original/009625500_1783308426-eng4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251091/original/011186900_1670306483-latihanspanyol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260676/original/013224700_1781619658-karina_ranau.jpg)