Potret Rumah Musdalifah Basri yang Terancam Dilelang karena Utang Saudara

Potret rumah Musdalifah Basri di Pinrang masuk lelang negara dengan nilai limit lelang mencapai Rp989,5 juta.

Diterbitkan 08 November 2025, 10:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kondisi sekitar rumah menggambarkan suasana khas kawasan padat di Kabupaten Pinrang, dengan bangunan berdempetan, kabel listrik menggantung, dan jalan kecil di depannya. Nuansa ini menambah kesan emosional, bahwa rumah tersebut adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

3. Kronologi Kejadian

Sekitar 17 tahun silam, orang tua Musdalifah meminjamkan sertifikat rumah kepada pamannya. Keputusan itu diambil karena rasa percaya dan ikatan darah tanpa mempertimbangkan risiko hukum. Sang paman berjanji akan mengembalikan sertifikat begitu utangnya lunas, namun janji itu tak pernah terwujud. Hingga orang tua Musdalifah meninggal dunia, hutang tersebut tidak juga berkurang. Kini, kepercayaan yang dulu dianggap wajar justru menjadi sumber malapetaka keluarga.

Dalam unggahan media sosialnya, Musdalifah menulis, “Om selalu bilang, hutangnya dibayar-dibayar, tapi ternyata sampai orang tuaku meninggal, hutang itu tidak berkurang sama sekali.” Kalimat itu menggambarkan luka dan kekecewaan yang mendalam. Selama bertahun-tahun, keluarga menunggu dengan sabar, berharap janji itu ditepati, namun kenyataannya pahit. 

4. Rumah Peninggalan Orang Tua Terancam Dilelang

Masalah kian memuncak ketika sertifikat rumah itu ternyata digunakan sebagai jaminan utang dan kini sudah masuk dalam daftar lelang pemerintah. Hal ini menjadi pukulan berat bagi Musdalifah dan saudara-saudaranya, mengingat rumah tersebut merupakan hasil kerja keras kedua orang tua mereka. Rumah itu tidak hanya bernilai material, tetapi juga penuh kenangan emosional. 

Musdalifah menulis dengan nada sedih, “Mama Bapak sudah capek bangun rumah, malah terancam hilang begitu saja.” Kalimat ini menggambarkan kedalaman perasaannya, bukan hanya sebagai pemilik rumah, tetapi sebagai anak yang menyaksikan warisan keluarga di ujung kehancuran. Banyak netizen merasa iba, terutama karena kasus ini menunjukkan bagaimana keputusan kecil di masa lalu bisa berdampak besar puluhan tahun kemudian. 

5. Upaya Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Meski situasi semakin rumit, Musdalifah tetap berusaha menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Ia mengaku sudah hampir kehilangan kesabaran, tetapi masih menahan diri demi menjaga hubungan darah. Dalam pernyataannya, ia berkata, “Sebenarnya aku dan saudara udah enggak punya kesabaran lagi, tapi saat ini penyelesaian masalahnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan dulu.” Ucapan ini menunjukkan bahwa ia masih mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan meskipun posisinya sangat sulit. 

Ia menambahkan, “Kasihan juga sebenarnya karena om sudah tidak punya apa-apa lagi, tapi gimana yah, ampun ah.” Kalimat ini menegaskan dilema besar antara rasa iba dan kebutuhan mempertahankan hak. 

Pertanyaan seputar Topik

1. Mengapa rumah orang tua Musdalifah Basri dilelang?

Rumah tersebut dilelang karena sertifikatnya dijadikan jaminan utang oleh sang paman sejak 17 tahun silam, dan hingga kini utang itu belum pernah dilunasi.

2. Apakah Musdalifah Basri akan menempuh jalur hukum?

Sejauh ini, Musdalifah masih memilih menyelesaikan secara kekeluargaan meski kesabarannya hampir habis.

3. Bagaimana kondisi rumah yang dilelang?

Rumah dua lantai berwarna kuning-oranye dengan balkon luas dan warung kecil di depannya, tampak masih terawat dan aktif digunakan.

4. Apa pelajaran dari kasus Musdalifah Basri?

Kasus ini mengajarkan pentingnya kehati-hatian dalam meminjamkan sertifikat atau aset keluarga, bahkan kepada kerabat dekat sekalipun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Nisa Mutia SariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan