Gal Gadot Absen dari Festival Film Internasional Venesia, Ditolak Warga karena Dianggap Dukung Genosida

Gal Gadot batal hadir di Festival Film Venesia 2025 setelah situasi politik memicu kekhawatiran protes di karpet merah.

Diterbitkan 30 Agustus 2025, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia juga menambahkan, "Bagus bahwa Presiden Biennale Pietrangelo Buttafuoco menekankan hal ini kepada 1.500 seniman yang menyerukan boikot Gal Gadot dan filmnya bersama Gerard Butler. Sebuah protes yang gegabah, karena di mata para pengunjuk rasa, satu-satunya kejahatan Gadot adalah menjadi orang Israel. Festival Film Venesia patut dihormati."

Isu ini akan mendominasi hari-hari pembukaan festival, dengan demonstrasi dan pawai yang lebih besar direncanakan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Tampaknya ini merupakan isu yang memecah belah Hollywood dan industri film yang lebih luas. Brad Pitt termasuk di antara mereka yang mengambil peran produser eksekutif pada drama Gaza, The Voice of Hind Rajab, yang juga ditayangkan perdana di Venesia.

Film The Voice of Hind Rajab

The Voice of Hind Rajab Disutradarai oleh sineas Tunisia peraih nominasi Oscar, Kaouther Ben Hania, dengan aktor Joaquin Phoenix dan Rooney Mara sebagai produser eksekutif. Film ini mengisahkan seorang gadis muda Palestina bernama Hind Rajab yang dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza pada 2024 bersama enam anggota keluarganya saat ia sedang mengungsi dari Kota Gaza.

Rajab dan sepupunya yang lain awalnya selamat dan menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melalui telepon dari mobil untuk meminta bantuan, tetapi ia sudah meninggal dunia saat paramedis datang untuk membantu. Film ini menyertakan rekaman audio Rajab yang sebenarnya sebelum kematiannya.

Insiden tersebut memicu protes global, termasuk di Universitas Columbia, dengan para mahasiswa mengganti nama sebuah gedung akademik bernama Hamilton Hall menjadi Hind’s Hall. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Naura Rizkiawan, Dinny MutiahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan