Kronologi Kairissta Chaniago Meninggal Dunia, Bantah Kehabisan Oksigen saat Menyelam

Kronologi Kairissta Chaniago meninggal dunia di Ujung Kulon, mengungkap fakta di balik kepergian selebgram dan model fesyen muslim ini.

Diperbarui 19 Agustus 2025, 17:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kairissta Chaniago, seorang selebgram dan model fesyen muslim yang dikenal luas, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu dini hari, 17 Agustus 2025. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, terutama para pengikutnya di media sosial.

Informasi awal yang menyebar menyebutkan bahwa Kairissta meninggal karena kehabisan oksigen saat menyelam di perairan Ujung Kulon, Banten. Dugaan ini muncul mengingat Kairissta memiliki hobi menyelam dan sering membagikan aktivitasnya tersebut. Namun, pihak keluarga dan kerabat segera memberikan klarifikasi.

Melalui berbagai unggahan di media sosial, kerabat dekat membantah keras dugaan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa penyebab kematian Kairissta Chaniago bukan karena insiden saat menyelam.

Artikel Liputan6.com, Selasa (19/8/2025) ini akan mengulas kronologi Kairissta Chaniago meninggal dunia. Pembahasan meliputi identitas, latar belakang, hingga rentetan peristiwa yang mendahului kepergiannya.

1. Profil Kairissta Chaniago

Kairissta Chaniago memiliki nama asli Sri Astika. Ia lahir pada tanggal 11 Februari 1992, menjadikannya sosok yang inspiratif di usia muda. Kairissta dikenal sebagai selebgram yang aktif membagikan konten gaya busana OOTD (Outfit of The Day).

Selain itu, ia juga memiliki hobi menyelam yang kerap ia tunjukkan di akun media sosialnya. Kairissta meninggalkan seorang suami bernama Irfan Fikri. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.

Kepergian Kairissta tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan juga para penggemarnya. Sosoknya yang ceria dan inspiratif akan selalu dikenang oleh banyak orang.

2. Awal Liburan dan Keluhan Kesehatan

Sebelum meninggal dunia, Kairissta Chaniago bersama suami dan putranya sedang menikmati liburan di sebuah pulau di daerah Ujung Kulon, Banten. Rencana liburan mereka berlangsung dari hari Jumat hingga Minggu.

Pada Sabtu pagi, sehari sebelum ia meninggal, Kairissta mulai merasakan gejala tidak enak badan. Ia mengeluh merasa kurang sehat, sebuah pertanda awal yang mungkin tidak terlalu diperhatikan pada awalnya. Kondisi ini membuat aktivitasnya terbatas.

Sepanjang hari Sabtu, Kairissta memutuskan untuk beristirahat penuh. Ia tidak melakukan aktivitas air seperti berenang atau menyelam, dan sempat mengonsumsi paracetamol untuk meredakan keluhannya.

3. Kondisi Memburuk dan Upaya Penyelamatan

Setelah waktu magrib pada hari Sabtu, kondisi kesehatan Kairissta Chaniago semakin memburuk. Ia mulai menggigil dan mengalami kejang-kejang. Gejala ini terus berlangsung hingga malam hari, menunjukkan kondisi yang serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Melihat kondisi istrinya yang kritis, Irfan Fikri, suami Kairissta, segera mengambil tindakan. Bersama dengan pihak travel, mereka berupaya keras untuk membawa Kairissta ke fasilitas kesehatan terdekat. Upaya evakuasi dilakukan dengan sigap, meskipun lokasi mereka berada di daerah pulau yang mungkin memiliki akses terbatas.

Halaman
Show All
Arini Nuranisa, Rizky MandasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan