6 Fakta Joshua Suherman Main Film Arwah: Repot Syuting Mobil Berguling, Akui Horor Bikin Otot Kencang

Kamis (3/7/2025), Arwah tayang di bioskop. Film ini dibintangi Joshua Suherman, Irsyadillah, Egi Fdly dan pendatang baru Sarah Beatrix. Ini 6 fakta menariknya.

Diperbarui 03 Juli 2025, 11:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Buat aku pribadi, energi yang dikeluarkan lebih. Secara ekspresi misalnya takut, otot auto kencang. Belum lagi teriak dan banyak adegan lari, jatuh, dan lompat. Syuting lebih banyak malam, serasa ronda di lokasi syuting kemungkinan selesainya jelas pagi,” ujarnya.

 

4. Horor Mengusung Nilai-Nilai Keluarga

Joshua Suherman menjelaskan, Arwah bukan horor pengobral jumpscare. Ada nilai keluarga yang ditampilkan mengingat fondasi cerita Arwah drama keluarga. Apa yang terjadi ketika orang yang kita anggap saudara meski tak sedarah, saling membutuhkan?

“Ada value keluarganya. Sejak punya anak, film seperti ini jadi makin penting buat aku. Dulu aku bisa bitter dengan semua hal positif (dalam hidup), tapi sekarang (sejak punya anak) kayaknya memang perlu deh,” Joshua Suherman menyimpulkan.

 

5. Repotnya Syuting dalam Mobil Berguling

Syuting Arwah hampir sebulan dengan lokasi di Puncak, Jawa Barat, dan Jakarta. Salah satu yang membekas di benak, syuting hari terakhir saat Jojo dan Sofie (Sarah Beatrix) mengalami kecelakaan mobil. Adegan ini butuh pengerjaan teknis mendetail dan banyak peralatan.

“Satu hari untuk bikin adegan ini saja. Memang ribet mengerjakannya tapi seru. Ada yang ditarik, mental, mobil diputar tiga sampai empat kali dan kami benar-benar di dalam. Ada adegan mobil turun dari jalanan kemudian terbalik, itu seru. Real!” cerita Joshua Suherman.

6. Lensa Kontak Bikin Mata Pedas

Barang kecil tapi menciptakan tantangan besar. Itulah yang digambarkan Joshua Suherman saat membahas adegan menggunakan lensa kontak putih berukuran besar untuk menutupi mata. Kali pertama mencoba, Joshua Suherman butuh waktu sekitar setengah jam.

“Lensa kontak putih ukuran besar. Yang lebih berat, pertama kali mencobanya. Itu lumayan pedas di mata. Untungnya kami semua pakai, kalau enggak adegannya akan terasa kurang dari aspek visual,” Joshua Suherman mengakhiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan