Dari Pemenang Film Pendek hingga Pemutaran The Boy with Pink Pants, Europe on Screen 2025 Berakhir Penuh Makna

Europe on Screen 2025 resmi ditutup di Jakarta. Tiga sineas muda Indonesia keluar sebagai pemenang SFPP, dan festival ditutup dengan pemutaran film emosional asal Italia, The Boy with Pink Pants.

Diperbarui 23 Juni 2025, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Europe on Screen (EoS) 2025 resmi ditutup Minggu (22/6/2025) di Jakarta dengan penuh apresiasi dan refleksi. Dalam penutupan ini, diumumkan tiga pemenang dari kompetisi pendanaan film pendek, Short Film Pitching Project (SFPP) sekaligus pemutaran film yang menggugah kesadaran sosial, The Boy with Pink Pants.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat Indonesia terhadap festival tahun ini. “Ini adalah festival film terbesar dan terpanjang yang diselenggarakan Uni Eropa selama bertahun-tahun ini di Indonesia. Jadi, kami sangat bangga kami bisa melakukan hal ini,” katanya dalam sambutan penutup.

Denis juga menyoroti pentingnya keberagaman perspektif dalam dunia perfilman, dan memuji fakta bahwa lebih dari separuh film Eropa yang diputar disutradarai oleh perempuan. Hal ini menunjukkan arah positif bagi kesetaraan dalam industri film global.

Festival tahun ini sekaligus menjadi perayaan 25 tahun EoS di Indonesia. Sebanyak 55 film dari 27 negara Eropa diputar selama hampir dua minggu, membentangkan keragaman cerita, gaya visual, dan isu yang relevan dengan realitas sosial saat ini.

Tiga Film Pendek Raih Pendanaan SFPP 2025

Kompetisi SFPP kembali membuktikan dirinya sebagai platform penting bagi sineas muda Indonesia. Tahun ini, panitia menerima 367 proposal naskah film pendek naik 86 persen dibanding tahun sebelumnya. Mayoritas dari sepuluh finalis berasal dari luar Jakarta dan luar Jawa, menandakan perluasan jangkauan dan semangat berkarya yang meluas ke berbagai wilayah.

Tiga naskah terbaik diumumkan malam itu. Sang Penjaga karya Sesarini dan Lyza Anggraheni dari Yogyakarta berhasil menyabet posisi juara pertama. Diikuti oleh Pool Party dari Aisyah Aulia dan Adrian Fauzi asal Jatinangor sebagai juara kedua, serta In the Name of Me oleh Teresa Katarina dan Jonathan Gradiyan dari Jakarta yang menduduki posisi ketiga.

Ketiga proyek tersebut akan menerima dana produksi serta bimbingan dari Europe on Screen agar dapat diwujudkan menjadi film pendek berkualitas dan berpotensi tampil di berbagai festival film nasional maupun internasional.

‘The Boy with Pink Pants’: Film Penutup yang Menggetarkan

Malam penutupan EoS 2025 juga diwarnai oleh pemutaran film asal Italia yang sangat menyentuh, The Boy with Pink Pants (2024), disutradarai oleh Margherita Ferri. Film ini terinspirasi dari kisah nyata Andrea Spezzacatena, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang mengakhiri hidupnya setelah menjadi korban bullying dan cyberbullying.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Andrea menjadi sasaran ejekan hanya karena mengenakan celana berwarna merah muda warna yang muncul akibat kesalahan saat mencuci. Celana itu menjadi simbol perundungan seksual dan ejekan homofobik yang diterimanya di sekolah. Tragedi Andrea menjadi kasus pertama di Italia yang menyita perhatian nasional soal pentingnya perlindungan terhadap anak dan isu kesehatan mental remaja.

Halaman
Show All
Siti Naila Adzkhia, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan