Lindya Wijaya dari Jakarta Menuju Panggung Internasional, Perjalanan Seorang Penari Balet

Lindya Wijaya bergabung dengan program pelatihan Akademi Tari Marlupi, dengan jadwal ketat mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Diperbarui 13 Februari 2025, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pengakuan dan Prestasi Internasional

Dedikasi dan bakat Lindya telah membuahkan penghargaan di berbagai kompetisi balet internasional dan melakukan perjalanan ke Vietnam, Korea, Taiwan, Paris, dan Hong Kong. Prestasi ini menggarisbawahi janjinya yang luar biasa sebagai artis muda di panggung global. Medali Perunggu dalam Balet dan Kontemporer – Grand Prix Balet Dunia, Singapura. ⁠Top 5 Divisi Senior – Youth America Grand Prix, Indonesia & Perwakilan Nasional YAGP Paris. ⁠Finalis Grand Prix Taiwan, Taiwan. ⁠Perwakilan Nasional – Kompetisi Balet IDO, Seoul. ⁠Medali Emas – Kompetisi Tari Internasional Hong Kong (HKCCDC). ⁠Medali Emas – Festival Seni Asia Pasifik, Vietnam

Pada tahun 2023, Lindya pindah ke Inggris untuk menjelajahi dunia tari di London. Lindya menyeimbangkan hasratnya untuk menari dengan akademisi, ia lulus dengan penghargaan kelas satu di bidang Administrasi Bisnis dari Universitas Hertfordshire, dan bahkan menerima Penghargaan Dekan untuk keunggulan mahasiswa. Di luar pelatihannya, Lindya mengajar balet kepada anak-anak di studio lokal di Hertfordshire yang menginspirasi generasi penari berikutnya.  

&ldqu

o;Melihat wajah mereka bersinar di kelas balet membuat saya sangat bahagia,” katanya. 

Siswa dan teman-temannya sering memuji kemampuannya dalam menghadirkan kegembiraan dan kreativitas di kelas.

 

Seniman Beraneka Ragam

Saat ini, Lindya terus berkembang sebagai seniman tari melampaui teknik balet. Merangkul tantangan baru dan upaya artistik. Dia telah bergabung dengan grup tari House of Jazz di bawah bimbingan Christie Lee Manning di London, berkolaborasi dengan koreografer terkenal di Inggris, dan mengambil pelajaran menyanyi mingguan untuk memperluas repertoar kreatifnya. 

“Saya bersemangat untuk membawa pengalaman dan warisan Indonesia saya ke panggung internasional,” katanya, mewujudkan misinya untuk menjembatani budaya melalui bahasa tari universal.

Perjalanan Lindya dari Jakarta ke panggung balet internasional merupakan bukti dedikasi dan bakatnya yang tak tergoyahkan. Lindya mengatakan, yang terpenting baginya adalah menjaga pola pikir positif, selalu bersyukur, selalu mau belajar, dan terbuka terhadap tantangan baru. 

“Berjuang dan bertekad, tetapi bersenang-senanglah karena itulah yang menjadikan seniman terbaik”, Lindya berkata bahwa melakukan berbagai hal dengan sepenuh hati membantunya mengatasi banyak tantangan dalam perjalanannya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan