6 Fakta Marcell Siahaan Bintangi Musikal Sinematik City of Love: Jadi Wali Kota, Reuni Bareng Tohpati

Sebagai seniman multibakat, Marcell Siahaan kembali ke panggung pertunjukan lewat musikal sinematik City of Love, di Jakarta dari 14 hingga 16 Februari 2025.

Diterbitkan 08 Februari 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Mereka genius mengimajinasikan adegan lalu dikomparasikan dengan film. Walaupun lelah karena ketika akting melahirkan golden momen, biasanya muncul ide lain: Kayaknya (lebih) enak dibeginikan. Itu butuh kesabaran karena kami ingin lebih bagus lagi dan lagi,” ia mengulas.

 

4. Kangen-Kangenan dengan Tohpati

Dalam musikal sinematik City of Love, Marcell Siahaan kangen-kangenan dengan kawan lama, Tohpati. Tohpati pernah menyumbang lagu “Semusim” yang jadi hit di album debut Marcell Siahaan bersama Warner Music Indonesia 22 tahun silam.

Kini, rumah keduanya berdekatan. Silaturahmi pun tetap hangat. “Mas Tohpati menurut saya paling tepat untuk proyek ini. Beliau sangat terbuka dengan diskusi, input, bukan musisi yang egois dan kaku,” Marcell Siahaan menyambung.

 

5. Tak Ada Cut dan Retake

Ada banyak tantangan yang dihadapi Marcell Siahaan selama persiapan musikal sinematik Ciy of Love. Pemilik album Hidup menyebut dalam pertunjukan musikal tak ada istilah “cut” dan “retake” layaknya syuting film atau sinetron.

“Yang berbeda tantangannya. Kalau akting di film, ada yang namanya cut dan retake. (Dalam pertunjukan musikal) ini benar-benar real time. Sekali melakukan kesalahan ya sudah, itu akan jadi lukamu seumur hidup,” cetus Marcell Siahaan.

 

6. Nyanyi, Gesture, Akting, dan Menari

Konsep musikal sinematik yang diusung City of Love menuntut para pemain memperhatikan keselarasan dalam bernyanyi, gerak tubuh, akting, dan menari. Ndilalah, Marcell Siahaan tak kebagian menari. Bukan berarti tugasnya menjadi lebih enteng daripada pemain lain.

“Pemain juga harus paham konteks. Di panggung, kami saling bersinggungan dan berkaitan. Saya enggak bisa fokus pada bagian diri sendiri tanpa meluangkan konsentrasi pada adegan-adegan lain. Semuanya menjadi satu sekuen yang tak terputus,” pungkas Marcell Siahaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan