Menyelami Kehidupan Hwang Dong Hyuk Creator Squid Game, Tumbuh di Keluarga Miskin, Kini Punya Pengaruh Besar di Industri Hiburan

Kesuksesan pertamanya adalah lewat film Silenced pada 2011. Tahun berganti, hingga dia kembali memberi pengaruh besar lewat Squid Game.

Diterbitkan 27 Desember 2024, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Squid Game 2 akhirnya tayang, serial ini kembali ditulis dan disutradarai oleh Hwang Dong Hyuk. Banyak orang mungkin penasaran, bagaimana proses kreatif serial ini dimulai. Ide penulisan naskah ternyata muncul saat sang creator menghadapi masa sulit dalam karier.

Dikutip dari situs The Hollywood Reporter, Jumat (27/12/2024), Hwang Dong Hyuk diberitakan pernah menghadapi satu titik di mana pendanaan untuk proyek filmnya gagal, dan ia berada dalam kondisi keuangan yang sulit di akhir usia 30-an. Saat itu, ia menghabiskan waktu di kafe komik membaca manga tentang pertempuran royale dan berkhayal bahwa kompetisi semacam itu bisa menjadi jalan keluarnya dari kesulitan finansial.

Namun demikian perhatiannya terhadap ketidaksetaraan ekonomi sebenarnya dimulai jauh sebelum itu. Tepatnya, setelah ayahnya, yang berprofesi sebagai jurnalis, meninggal karena kanker perut ketika Hwang berusia 5 tahun. Kepergian sang ayah membuat hidup keluarganya mengalami kesulitan dari segi finansial.

Ibunya melakukan berbagai pekerjaan serabutan untuk menghidupi dirinya, saudara laki-lakinya, dan neneknya. "Meskipun ibuku bekerja sangat keras, kami hidup sangat miskin untuk waktu yang sangat lama," ujar pria berusia 53 tahun tersebut.

"Sejauh yang saya ingat, saya adalah harapan keluarga. Karena saya murid yang baik, ibu saya berharap saya masuk perguruan tinggi ternama, mendapatkan pekerjaan hebat, menghasilkan banyak uang, dan mengangkat keluarga kami dari bawah," lanjutnya.

Latar belakang hidup ini kemudian menginspirasinya menciptakan karakter Sang Woo (Park Hae Soo) di Squid Game musim pertama, yaitu teman masa kecil Gi Hun yang berstatus sebagai ‘anak emas’ di lingkungan kelas pekerja mereka, yang investasi gagalnya memaksanya bergabung dalam permainan mematikan.

>Berkat ketekunannya di bidang akademis, Hwang Dong Hyuk diterima di salah satu universitas paling bergengsi di Korea, Universitas Nasional Seoul. Di fase sebagai mahasiswa, dia mengalami titik balik. Hwang berpikir kritis dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya mulai berpikir, 'Mengapa saya hidup hanya memikirkan tujuan itu?' Akhirnya saya mulai kurang tertarik mendapatkan pekerjaan bagus dan menghasilkan uang, dan lebih tertarik pada mengapa dunia yang terbagi begitu drastis antara yang memiliki dan yang tidak memiliki. Mengapa, meskipun ibu saya bekerja berjam-jam di berbagai pekerjaan, kami tetap harus hidup seperti ini?" kenangnya.

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan