Seniman Indonesia Pentaskan Hikayat Tuan Guru di Cape Town

Kabata Tanrasula akan dipentaskan Konstelasi Artistik Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan, 30 November.

Diperbarui 21 November 2024, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Diharapkan, rangkaian kegiatan selama tiga tahun mulai dari riset hingga pertunjukan Kabata Tanrasula bisa memfasilitasi publik untuk menggali lebih dalam mengenai tokoh Tuan Guru, sekaligus merefleksikan diri pada konteks hari ini.

Kabata sendiri bentuk tradisi lisan yang berkembang di Maluku Utara. Sementara Tanrasula merupakan tanda samar di kening yang menggambarkan cinta dan kekuatan dalam keyakinan masyarakat Makassar.

Kolaborasi dengan Seniman Lokal

Menurut Helza Amelia, sang manajer produksi, pada 2023, di Cape Town mereka sudah melakukan riset dan residensi Bersama tujuh orang seniman dari Indonesia asal Riau, Ternate, Sulawesi Selatan, Banten, dan Solo. 

"Lalu di tahun 2024 ini, kami akan Kembali ke Cape Town untuk menampilkan hasil karya kami yang sudah kami proses," ujar Helza.

Di Cape Town mereka juga akan berkolaborasi dengan seniman rupa local yang sudah punya mama besar, Thania Petersen.

Kabata Tanrasula juga akan melibatkan paduan suara yang anggotanya merupakan keturunan Tidore yang ada di Cape Town.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan