Liputan6.com, Jakarta - Konser Kahitna 40 Tahun yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, pada Sabtu, 5 September 2026, menuai berbagai kritik dari penonton yang hadir. Menanggapi gelombang keluhan tersebut, promotor Enjoy Live Experience menyampaikan permintaan maaf resmi lewat akun Instagram mereka.
Konser yang semula digadang-gadang menjadi ajang perayaan bersejarah bagi grup musik legendaris ini justru berujung pada gelombang kekecewaan dari Soulmate, sebutan bagi penggemar setia Kahitna, tak lama setelah acara usai digelar.
Â
Berlangsung Meriah dengan 18 Ribu Penonton
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343502/original/098230900_1788858896-798687868_18336039565262398_3892749057157886497_n.jpg)
Konser bertajuk "KAHITNA 40 TAHUN: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik dan Titik Nadir Mantan Terindah" ini dihadiri sekitar 18.000 penonton, dengan lebih dari 30 lagu dibawakan Hedi Yunus dan Mario Ginanjar bersama sejumlah bintang tamu, seperti Tiara Andini, Arsy Widianto, Niki Becker, dan Monita Tahalea. Acara ini turut menghadirkan penghormatan khusus untuk mendiang Carlo Saba lewat teknologi visual di atas panggung.
Meski berlangsung meriah dan dihadiri berbagai kalangan, termasuk sejumlah selebriti seperti Bunga Citra Lestari dan Rossa, euforia tersebut tidak berlangsung lama setelah berbagai keluhan penonton mulai membanjiri media sosial pascakonser.
Â
Deretan Keluhan Penonton
Sejumlah kritik yang paling banyak disampaikan penonton mencakup antrean masuk yang dinilai tidak teratur dan berdesak-desakan, ditambah sistem tiket yang tidak menggunakan kode batang pada gelang, sehingga dianggap rawan disalahgunakan calo. Tata kursi dan kategori penonton juga disorot, karena dinilai tidak sebanding dengan ukuran panggung yang lebih berfokus pada penonton berkategori tiket mahal.
Persoalan teknis turut menjadi sorotan, terutama kualitas audio yang dinilai kurang seimbang antara musik dan vokal. Selain itu, lokasi venue yang cukup jauh serta pengaturan lalu lintas yang dianggap belum memadai turut dikeluhkan, dengan salah satu penonton bahkan mengaku sempat terjebak di area parkir selama sekitar 30 menit. Kondisi tangga di dalam venue yang dinilai gelap dan cukup curam juga menjadi bahan kritik, karena dianggap kurang aman bagi penonton dari berbagai kelompok usia.
Harga tiket konser ini sendiri berkisar dari Rp450 ribu hingga Rp3,5 juta, sehingga sejumlah penonton menilai pengalaman yang mereka dapatkan tidak sepadan dengan nominal yang telah dibayarkan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342958/original/090035200_1788838614-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-08T103615.451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263727/original/073246900_1671199043-IMG-20221215-WA0010.jpg)