"Awalnya saya banyak konsultasi dengan Marissa Anita. Dia mengarahkan saya untuk belajar kepada Paul Agusta, pemilik sekolah akting Bengkel Akting Kuma. Di situ ada Paul, Kiva Iskak termasuk Kiki Narendra. Saya belajar di sana," Rory Asyari mengenang.
3. Bagian Tersulit dari Akting
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738229/original/073753500_1707387993-Rory_Asyari_5.jpg)
Hasil tak mengkhianati usaha. Perlahan tapi pasti rekam jejak Rory Asyari di dunia seni peran makin nyata. Setelah membintangi web series Turn On yang mengudara di platform streaming Vidio, kini ia tampil dalam Lampir. Rory Asyari lantas menguak bagian tersulit dari berakting.
"Yang sulit saya ubah adalah bagaimana melihat kamera. Ketika jadi presenter, kamera adalah audiens. Kita bicara dengannya. Di film, kamera adalah dunia yang lain. Saya menghidupkan karakter lalu di-capture oleh kamera. Kamera itu seolah tidak ada, dia seperti saksi cerita," akunya.
Â
4. Retake 7 Kali Selama 6 Jam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738230/original/095963500_1707387993-Rory_Asyari_1.jpg)
Masih segar dalam ingatan Rory Asyari bagian tersulit saat syuting Lampir, yakni adegan salah satu tokoh tewas di awal cerita. Tragedi itu menyadarkan sejumlah karakter lain bahwa mereka terjebak dalam plot mematikan. Yang sanggup bertahan hingga akhir tak akan menjadi tumbal.Â
"Ini sangat menantang karena ibarat adegan sekitar 6 menit full shot, kami retake hingga 7 kali, dari jam 13 sampai 19. Kami benar-benar capai. Saat retake kali ketujuh, Rasti datang bawa gemblong dan bilang: Guys santai dulu saja deh, makan gemblong dulu, ha ha ha!" Rory Asyari membeberkan.
Â
5. Berapa Persen Kemiripan Rory dan Angga?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738231/original/017390600_1707387994-Rory_Asyari_4.jpg)
Syuting Lampir berlangsung selama 14 hari. Sebagian besar berlokasi di sebuah vila di Bogor, Jawa Barat. Sisanya mengambil gambar di Jakarta dan Depok. Rory Asyari menyebut karakter Angga mirip dengannya.
"Mungkin mirip 60 persen. Dalam hal lovely-nya, passionate-nya, ngemong-nya. Kalau 40 persen sisanya mungkin Rory lebih baji**** ha ha ha!" cetus aktor kelahiran Solo, 12 Mei 1987.
Â
Â
6. Siapa Lampir?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738232/original/040005900_1707387994-Rory_Asyari_7.jpg)
Menyebut nama Lampir, publik biasanya teringat villain dari serial sandiwara radio Misteri Dari Gunung Merapi yang telah difilmkan dan dibuat versi sinetron di Indosiar. Lantas apakah Lampir yang diproduksi Creator Pictures, Sinergi Pictures, dan Vision+ ini ada kaitannya dengan kisah dari Gunung Merapi.
Untuk yang satu ini, Rory Asyari menjelaskan, Lampir dari Gunung Merapi memang sangat ikonis. Namun film terbarunya tak ada kaitan dengan sosok tersebut. Lampir versi Kenny Gulardi datang dari era modern. Persamaannya dengan Mak Lampir versi klasik adalah ambisi.
Melansir dari berbagai sumber, Mak Lampir versi klasik terobsesi menghidupkan kembali pria yang dicintainya dengan konsekuensi, wajahnya yang cantik akan jadi buruk rupa. Konsekuensi itu diambil. Wajahnya memburuk. Pria yang dicintainya hidup lagi. Namun, ia tak mengenali Lampir.
Bahkan, menyebut wanita buruk rupa ini sebagai biar onar warga desa. Sakit hati dengan perlakuan ini, Mak Lampir berbalik arah. Tak lagi percaya pada cinta, kebaikan, dan pengorbanan. Lantas bagaimana dengan Lampir versi sineas Kenny Gulardi?
"Dalam film ini, ambisi Lampir adalah untuk tetap cantik. Dia butuh inang untuk stay beautiful. Makanya dia berganti dari satu inang ke inang yang lain. Nah, siapakah yang akan jadi inang Lampir kali ini? Jawabannya ada di film Lampir," pungkas Rory Asyari.
Â
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1380637/original/001329300_1477021257-Infografis_Film_Indonesia_revisi.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738226/original/007748100_1707387993-Rory_Asyari_0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)