Sukses

Skandal Bullying Nam Joo Hyuk Makin Panas, Penuduh Ketiga Menudingnya Lakukan Pelecehan

Liputan6.com, Seoul - Isu perundungan alias bullying yang menjerat Nam Joo Hyuk makin pelik saja. Kini muncul sosok ketiga yang mengungkap tuduhan serupa, bahkan dengan tambahan klaim soal pelecehan.

Dilansir dari Soompi, Kamis (7/7/2022), pada Rabu kemarin, sebuah media melaporkan bahwa mereka mendapat pengakuan sosok ketiga dan pesan teks yang diklaim sebagai bukti pendukung. Kali ini, penuduh Nam Joo Hyuk adalah seorang perempuan.

Wanita tersebut menuding bintang Twenty Five Twenty One ini melakukan perundungan dan pelecehan seksual saat SMA.

Bukti yang disodorkan, adalah percakapan di group chat KakaoTalk pada 10 Mei 2012. Wanita ini mengklaim ia dipaksa masuk dalam grup ini, dan dia di-bully karena salah satu teman Nam Joo Hyuk tak menyukainya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Nam Joo Hyuk Disebut Ikut-ikutan

Di Korea, metode bullying ini disebut sebagai “Penjara KakaoTalk.” Sang aktor diklaim mengirimkan pesan jahat bergantian dengan teman-temannya. Kalimat yang dikirim mulai dari komentar mengenai fisiknya hingga pelecehan seksual.

Media ini menjelaskan bahwa Nam Joo Hyuk memang tidak membuat grup ini, tapi ia ikut serta menghina wanita tersebut.

3 dari 4 halaman

Pelaku Minta Maaf

Wanita ini menyebut bahwa ia sudah melaporkan kejadian ini ke sekolah. Para pelaku mendapat hukuman berupa pelayanan masyarakat di sekolah. Ia juga menyatakan para pelaku baru minta maaf saat dipaksa guru.

Namun, kata wanita ini, para pelaku baru-baru ini kembali mencoba minta maaf kepadanya, saat ia ingin memublikasikan cerita tersebut. Padahal, insiden tersebut telah berlalu 10 tahun.

4 dari 4 halaman

Jawaban Agensi

Malamnya, agensi Nam Joo Hyuk yakni Management SOOP, merilis pernyataan resmi mengenai tudingan ini. Mereka membenarkan pesan teks tersebut asli. Namun menurut agensi, hal ini telah dibesar-besarkan.

“Artikel hari ini tentang pesan di group chat KakaoTalk tidak mengungkap keseluruhan cerita mengenai situasi saat itu, dan hanya memberikan cuplikan satu bagian tanpa konteks, atau penjelasan apa pun tentang apa yang terjadi sebelumnya dan setelah [pesan-pesan itu],” begitu pernyataan pihak agensi.