Ghaniyya Ghazi Luncurkan Album Perdana Sambil Kuliah di Amerika Serikat

Ghaniyya Ghazi yang juga terdaftar sebaga mahasiswa di Berklee College of Music, Boston, Amerika Serikat, sedang menggarap album baru yang akan diluncurkan tahun ini.

Diperbarui 29 April 2022, 22:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ghaniyya juga merasa senang bisa menjalankan pendidikannya di Berklee, ia merasa orang-orang di sana melihat seni lebih dalam dan bisa lebih saling mengapresiasi terhadap karya-karya yang telah dibuat oleh Ghaniyya sendiri maupun teman-temannya.

Dukungan Kampus dan Kebebasan Berkarya

Selain itu di kampusnya tersebut menyediakan sangat banyak fasilitas yang menunjang kebutuhan mahasiswanya seperti untuk latihan, membuat karya-karya baru, mendekatkan mereka dengan alat-alat musik yang sebelumnya mungkin jarang mereka gunakan, dan lain-lain.

Selain itu, seluruh dosennya pun sangat membantu untuk setiap masalah yang dihadapi mahasiswa-mahasiswanya terutama dalam hal berkarya. Mereka akan selalu siap sedia untuk membantu dalam setiap kesulitan tersebut.

Ghaniyya juga merasa bahwa berkarya di sana terasa lebih bebas, karena Ghaniyya bisa menyampaikan karyanya dengan sebebas mungkin hingga mendapatkan apresiasi sebesar itu.

Ada beberapa hal yang mencolok atau unik selama Ghaniyya belajar music di Berklee, banyak program-program yang dibuat oleh kampusnya untuk menunjang keberhasilan mahasiswanya, salah satunya adalah mendapatkan banyak kesempatan untuk mengisi gig di mana-mana.

Setiap bulannya selalu ada seperti konser dalam kampus yang diisi oleh mahasiswa-mahasiswa didalamnya dengan menampilkan banyak karya yang unik.

 

Kehidupan di Amerika

Selain itu juga bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai negara lalu melakukan kolaborasi bersama dengan membawa genre-genre tradisional dari negara masing-masing yang unik, membuat perjalanan kuliah Ghaniyya lebih menyenangkan.

Ghaniyya juga mendapatkan beberapa kesulitan yang ia hadapi selama menjalankan studinya di AS. Dari segi akademik, Ghaniyya tidak pernah merasa terbebani dan juga tidak mengalami kendala dalam hal tersebut.

Tetapi belajar hidup d isana terasa lebih sulit karena harus hidup sendiri dan belum terbiasa dengan suasana tersebut.

Selain itu juga Ghaniyya harus beradaptasi dengan cuacanya yang berubah-ubah karena itu akan mempengaruhi mood yang dibawa saat membuat karya maupun menjalankan aktivitasnya.

Tetapi kesulitan yang Ghaniyya hadapi di Indonesia selama belajar musik sedikit berbeda dengan di AS. Ghaniyya merasa karena ia adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu juga dan objektif.

Ghaniyya adalah penyampaian pesan dari lagunya, lalu bahasa yang Ghaniyya gunakan adalah bahasa inggris. Jadi ia merasa kesulitan untuk menyampaikan pesan kepada pendengarnya dari setiap lagu yang telah ia buat.

 

Sejak Belia

Dara kelahiran Jakarta, 3 Februari 2002 ini sudah mulai membuat musik sejak berusia 14 tahu. Ia pernah berkesempatan tampil pada malam penutupan Asian Games ke-18 yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan pada 2018 silam.

Selain itu, Ghaniyya Ghazi juga sempat mengisi beberapa acara amal lainnya seperti Charity Orchestra Concert bersama Addie MS (2019), acara amal gempa Sulawesi tengah, acara amal untuk anak berkebutuhan khusus, serta acara-acara lainnya.

Dengan suaranya yang dreamy dan berkarakter, dapat dikatakan bahwa Ghaniyya adalah salah satu emerging musicians dari banyak penyanyi-penulis lagu R&B ata Alternatif. Musiknya diambil dari campuran Electro, Pop, Alternative, dan Blues.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan