Sukses

3 Syarat Rhoma Irama Main Film: Wajib Salat Berjemaah Hingga Ogah Lihat Botol Bir di Lokasi Syuting

Liputan6.com, Jakarta Sepanjang kariernya, Rhoma Irama membintangi lebih dari 25 film. Beberapa di antaranya mencetak box office hingga dibuatkan sekuel. Ada satu film yang berkesan bagi Sang Raja Dangdut.

Judulnya, Penasaran. Dirilis pada 1975, film ini mempertemukan Rhoma Irama dengan Yati Octavia. Kala itu, Nyonya Pangky Suwito masuk dalam daftar The Big Five, alias 5 bintang dengan honor termahal.

“Di Penasaran itu, saya mau cerita sedikit, saya waktu itu enggak bisa akting. Tiba-tiba ada yang ngajak main film, Penasaran,” pelantun “Begadang” dan “Judi” berbagi cerita.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 5 halaman

Yang Pertama

Kali pertama ditawari main film, Rhoma Irama sudah eksis bersama Soneta Group. Jadwal manggungnya ke seluruh Indonesia padat. Ayah Ridho Rhoma menetapkan tiga syarat main film kepada para produser yang memperebutkannya.

“Oke, tapi syaratnya saya harus jadi diri sendiri. Saya enggak mau jadi aktor. Saya maunya jadi diri sendiri soalnya saya pernah kecewa sama bintang idola,” ungkap pedangdut kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946.

 

3 dari 5 halaman

Yang Kedua

Keputusan ini dibuat setelah Rhoma Irama kecewa pada aktor idolanya. Pernah ia bertemu idola namun karakter dan akhlaknya berbeda 180 derajat dari yang ia bayangkan selama ini.

“Yang kedua, waktu salat harus berjemaah. Biasanya kalau asyik main film lupa salat. Harus tiap waktu salat berjemaah. (Ketiga) saya enggak mau lihat botol bir di lokasi,” Rhoma Irama menyambung.

 

4 dari 5 halaman

Honor Terbesar

Ini disampaikannya dalam video konten Cerita Pak Haji Yang Selama Syuting Dulu Gak Mau LIhat Wajah Yati Octavia di kanal YouTube Rhoma Irama Official, yang diunggah Jumat (21/1/2022).

Yati Octavia sendiri mengakui, honor main film terbesar sepanjang kariernya didapat saat mendampingi Rhoma Irama, khususnya film Gitar Tua. Kala itu ia dibayar 40 juta rupiah. Sangat besar di eranya.

5 dari 5 halaman

Rp 40 Juta

“Produsernya, Pak Budi sampai datang ke Purwokerto. Waktu itu saya tinggal di sana. Dan dia bawa duit banyak banget sebagai DP, 30 persen,” beber bintang sinetron Mutiara Cinta dan Istri Pilihan.

“Alhamdulillah saya kalau ada uang saya belikan aset di Purwokerto. Aset yang waktu itu terima honor dari Pak Haji kurang lebih 30 atau 40 juta rupiah,” Yati Octavia mengakhiri.