Sukses

BTS Absen di MAMA 2021, Patuhi Aturan Karantina Covid-19 Usai Pulang dari AS

Liputan6.com, Seoul - Akhirnya terjawab sudah pertanyaan soal kemungkinan hadirnya BTS di perhelatan akbar MAMA 2021. Diwartakan Yonhap News, Kamis (2/12/2021), dipastikan bahwa RM dkk tak akan hadir di acara yang digelar Mnet ini.

Hal ini terjadi karena para superstar K-Pop tersebut harus menjalani karantina selama sepuluh hari setelah pulang dari AS.

Sekadar informasi, aturan mengenai karantina di Korea Selatan memang diperketat. Orang yang masuk ke negara ini mesti menjalani isolasi mandiri selama sepuluh hari, apa pun kewarganegaraan maupun status vaksinasi Covid-19.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Dihibur Video Singkat

Mnet juga telah mengonfirmasi absennya BTS di perhelatan yang mereka gelar.

"BTS sempat berdiskusi untuk tampil, tapi telah diputuskan bahwa mereka tidak tampil. Sulit sekali melakukan syuting video penampilan mereka karena jadwal [yang padat], tapi kami menyiapkan video singkat untuk para penggemarnya," kata pihak Mnet, diwartakan Soompi.

3 dari 5 halaman

Jadwal di AS

Septet ini sekarang masih berada di Los Angeles, untuk menggelar konser di Los Angeles. Grup ini kemudian akan tampil di iHeartRadio Jingle Ball Tour pada 3 Desember, sebelum akhirnya pulang ke Korea.

MAMA 2021 sendiri, digelar pada 11 Desember mendatang.

4 dari 5 halaman

Nasib Penonton MAMA

Seperti diketahui, saat ini dunia sedang waspada dengan varian baru virus Corona, Omicron, yang diyakini jauh lebih menular dari yang ada sebelumnya. Pihak Mnet juga sempat dimintai tanggapan soal kemungkinan membatalkan kehadiran penonton secara langsung di acara ini.

"Kami terus mengamati situasinya, dan akan menginformasikan bila ada perubahan," kata pihak MAMA.

5 dari 5 halaman

Covid-19 di Korea Selatan

Beberapa hari belakangan, kasus Covid-19 di Negeri Ginseng memang terus menanjak. Pada Rabu (1/12/2021) kemarin, pihak berwenang menemukan lima kasus Omicron pertama.

Pada hari yang sama, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 5.266 kasus baru, tertinggi sepanjang pandemi.