The Suicide Squad: Penyempurnaan dari Versi 2016, Tetap Punya Hati Meski Brutal dan Ugal-ugalan

The Suicide Squad karya James Gunn ini tak layak dikonsumsi semua umur. Namun, ia penyempurnaan dari versi 2016 yang meraih Piala Oscar.

Diterbitkan 26 September 2021, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cara Jadul

Untuk yang satu ini, James Gunn menempuh cara jadul yakni memberi latar cukup detail kepada para tokoh dengan metode berbeda. Penokohan Ratcatcher 2 menjadi lebih utuh lewat kilas balik.

Bloodsport tak lagi sebatang kara setelah ribut besar dengan anaknya. Polkadot Man menjelaskan diri lewat percakapan lisan dan kehadiran tokoh kunci yang membuat penonton paham. Keragaman keterangan ini membuat penonton makin sayang dan jauh dari bosan.

Menarik, melihat James Gunn telaten menghidupkan cerita dengan konflik tingkat dunia, lalu membenturkan para jagoan lewat gesekan watak serta munculnya matahari kembar: Peacemaker dan Bloodspot.

Level yang Lebih Gila

Walhasil, The Suicide Squad tak mengizinkan kita untuk meleng barang beberapa detik. Film ini jadi makin gaya berkat kinerja sinematografer Henry Braham. Baku tembak jadi terasa hidup, efek perang tampak nyata.

Plus penyajian adu pukul dengan memanfaatkan pantulan besi penutup kepala tanpa mengurangi sensasi deg-degan. The Suicide Squad membawa para pasukan bunuh diri ke level yang lebih gila.

James Gunn menyempurnakan Suicide Squad (2016) yang panen kecaman penonton dan para kritikus. Setelah meninggalkan bioskop, ada sejumlah catatan penting terkait The Suicide Squad.

Kemenangan yang Sejati

Pertama, para penjahat yang jadi lakon dalam kisah ini berkembang sesuai pakem from zero to hero dengan cara unik. Definisi kemenangan versi James Gunn tak sekadar memberi happy ending di ujung kisah.

Kemenangan yang sejati adalah mengalahkan kelemahan diri seperti mengatasi fobia, menjadikan dendam sebagai senjata menyelamatkan umat, dan masih banyak lagi.

Margot dan Harley Quinn

Kedua, The Suicide Squad merefleksikan kejelian dalam memilih pemain. Bloodspot di tangan Idris Elba lebih bertenaga. David Dastmalchian sebagai manusia polkadot tampak konyol, mengundang simpati namun di saat bersamaan ia tipe “kalau lo kasih gue kesempatan, gue bisa.”

Terakhir namun tak kalah penting, siapa pun yang memilih Margot Robbie sebagai Harley Quinn adalah jenius. Dan siapa pun yang kelak dipercaya menggantikan Margot Robbie sebagai kekasih Joker menyangga beban mahaberat. Anda tahu betul artinya ini. Good luck.

 

 

Pemain: Margot Robbie, Idris Elba, John Cena, Joel Kinnaman, Sylvester Stallone, Viola Davis, David Dastmalchian, Daniela Melchior, Peter Capaldi

Produser: Charles Roven, Peter Safran

Sutradara: James Gunn

Penulis: James Gunn

Produksi: DC Films, Warner Bros. Pictures

Durasi: 2 jam, 12 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan