35 Tahun Berkarya, 6 Lagu Kahitna Ini Tak Kalah Ambyar Meski Tanpa Video Klip, Dengerin Deh

Jumat (24/6/2021), Kahitna berulang tahun ke-35. Meski tak muda lagi, band ini sukses menjangkau generasi Instagram dengan hit yang menembus zaman.

Diterbitkan 25 Juni 2021, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Selamat ulang tahun Kahitna! Band legendaris yang satu ini meski telah lima tahun tak bikin album baru tetap tak ditinggal penggemar. Maklum, mereka telah menghasilkan belasan hit besar selama tiga dekade berkarier.

Terakhir, Yovie Widianto dan kawan-kawan melahirkan album Rahasia Cinta (2016). Yang menarik, ada beberapa tembang Kahitna jadi hit meski tak dibuatkan video klip. Beberapa di antaranya, malah jadi lagu wajib saat konser.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 lagu Kahitna yang tak kalah menyayat meski tanpa video klip. Bagi para Soulmate, pasti sudah hafal liriknya. Nyanyikan ulang, kuy?

1. Seandainya Aku Bisa Terbang (1994)

Di awal dekade 1990-an, lagu dengan aransemen minimalis dianggap kurang powerful untuk dijadikan ujung tombak album. Siapa sangka, “Seandainya Aku Bisa Terbang” yang ditulis Yovie Widianto jadi nomor wajib putar di radio kala itu.

Mehanun kemudian, ia membuka jalan bagi “Bunda,” “Menghitung Hari,” “Tegar,” dan kawan-kawan untuk jadi fenomena industri musik. “Sandainya Aku Bisa Terbang” mengukuhkan posisi album Cerita Cinta, sebagai mahakarya Kahitna hingga kini.

2. Merenda Kasih (1996)

Lagu ini ditulis Yovie Widianto untuk Ruth Sahanaya, di album Kaulah Segalanya, yang dirilis Musica Studios pada 1991. Entah mengapa, meski Kaulah Segalanya terjual lebih 300 ribu keping, “Merenda Kasih” tak mendapat kesempatan untuk tampil di muka umum.

Tiga tahun kemudian, Kahitna merekam ulang tembang ini untuk memperkuat album Cantik. Tetap saja, ia tak dibuatkan video klip. Meski begitu, “Merenda Kasih” kerap dibawakan Kahitna saat konser off-air. Mendengar intronya saja, para Soulmate sontak histeris.

3. Bila Saya (2000)

Tahun 2000 terasa sumpek. Banyak band dan solis ingin merilis album menandai datangnya milenium baru. Salah satunya album Kahitna IV dengan hit “Permaisuriku” dan “Enggak Ngerti.” Materi album ini sebenarnya kuat.

Nam

un, pesaing kala itu tak kalah hebat. Dari Bintang Lima (Dewa) hingga Kisah Klasik Untuk Masa Depan (Sheila on 7). Fans tahu persis, di luar “Permaisuriku” dan “Enggak Ngerti,” ada “Bila Saya” yang kerap diputar di radio. Di sini, terjaga tuk menantimu rebahkan cintaku…

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kali pertama dibawakan Dea Mirela di album Satu tapi gagal jadi hit, “Tak Kan Terganti” lalu direkam ulang untuk memperkuat album Cinta Sudah Lewat. Versi baru ini tak ada video klipnya dan kalah pamor dari “Tentang Diriku,” dan “Tak Mampu Mendua.” Barulah di tangan Marcell, lagu ini menemukan momentum. Sejak itu, “Tak Kan Terganti” jadi lagu wajib di hampir setiap showcase maupun konser Kahitna. Judul lagu ini bahkan dijadikan jargon, yakni: Mantan Terindah Yang Tak Kan Terganti. Duh, jadi berat mau move on…

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan