Sukses

Nikita Mirzani Ngaku Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Kini Sudah Sembuh

Liputan6.com, Jakarta Nikita Mirzani mengaku positif Covid-19. Ini disampaikan bintang film Comic 8 dan Nenek Gayung saat menjadi bintang tamu Podcast kanal YouTube Deddy Corbuzier, baru-baru ini.

Pengakuan Nikita Mirzani positif Covid-19 terungkap dalam video bertajuk “Gue Doyan Dilihatin, Nikita Mirzani” yang dipublikasikan pada Minggu (20/12/2020).

Semula Deddy Corbuzier bertanya soal rencana tahun baru Nikita Mirzani. Pelantun “Selalu Salah” pengin di rumah saja bareng anak-anak. Ogah bepergian untuk menghindari paparan Covid-19.

2 dari 5 halaman

Gue Juga Kena tapi OTG

“Tahun baru di rumah saja, sudahlah Covid-19 makin banyak, Om. Gue juga kena, tapi OTG (orang tanpa gejala -red) tapi sudah sembuh. Sudah sembuh,” aku bintang sinetron Jodoh Wasita Bapak.

Deddy Corbuzier menduga, kasus orang tanpa gejala sebenarnya banyak di masyarakat kita. Bisa jadi, salah satunya dirinya. Karenanya, jaga jarak fisik saat di luar rumah dan menghindari kerumunan penting.

3 dari 5 halaman

Gue Kayaknya Juga Pernah

“Gue kayaknya juga pernah kena kali, gue juga enggak tahu. Kayaknya ya (OTG juga) dan memang kalau lo sehat-sehat saja ya sudah. Maksudnya penyebaran-penyebaran ini, nih makanya. Kerumuman,” urainya.

Nikita Mirzani mengimbau masyarakat tidak berkerumun. Libur Natal dan Tahun Baru sangat menggoda buat bepergian ke luar rumah. Namun kesehatan semestinya diprioritaskan.

 

4 dari 5 halaman

Mending Diam-diam

Dalam rekaman interviu itu, Nikita Mirzani tak menyebut kapan menjalankan swab test atau uji usap hingga dinyatakan terpapar Covid-19 dengan status OTG. Ia fokus meminta publik tak berkerumun.

“Kenapa sih lo pada (bikin) kerumunan. Kasihan lagi, rumah sakit sudah penuh, sudah enggak ada tempat, mending diam-diam. Janganlah (bikin kerumuman),” ibu tiga anak ini menyambung. 

5 dari 5 halaman

Menyusahkan Banyak Orang

Nikita Mirzani juga menyayangkan terjadinya demonstrasi di tengah pandemi yang memantik sejumlah dampak buruk dari terciptanya klaster baru Covid-19 hingga rusaknya fasilitas negara.

“Nanti hancur lagi aset negara. Fasilitas negara yang sudah dibangun secantik itu harus dihancurin lagi. Yang bayar pajak kan kita-kita Om. Gue bayar pajak tiap tahun. Menyusahkan banyak orang ngapain sih?” ujarnya.