Blood Quantum: Bangkitnya Mayat Hidup Haus Darah, Incar Manusia Yang Tersisa

Satu lagi film tentang zombi alias mayat hidup. Blood Quantum karya Jeff Barnaby ini punya latar unik. Seperti apa?

Diterbitkan 14 Mei 2020, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yang membedakan Blood Quantum dari film zombi lain, latar belakang cerita soal suku Indian dan para pendatang. Cerita bergulir berdasarkan pepatah kuno. Isinya kurang lebih, peringatan untuk tidak membuat perjanjian dengan penduduk suatu negeri yang dituju agar tak menyebabkan kehancuran.

Runtuhkan altar pemujaan mereka dan batu-batu yang dianggap suci oleh mereka. Nasihat klasik ini juga melarang kawin campur, yakni menjodohkan putra pendatang dengan putri penduduk asli. Jika ini terjadi maka putri mereka akan memengaruhi para putra pendatang untuk berbuat serupa.

Nasihat Soal Kawin Campur

Nasihat ini mengingatkan kita pada pesan Sang Khalik kepada bani Israel lewat Nabi Musa, yang tercantum dalam Ulangan 7: 3-4. Ada semburat pesan agama dalam film zombi ini namun tak lantas menjadi preachy atau mengotbahi penonton.

Pada dasarnya, sineas Jeff Banarby tak menggambarkan bagaimana perjanjian dengan penduduk suatu negeri itu dibuat dan mengapa itu bisa terjadi. Jeff mengemas Blood Quantum menjadi sajian hiburan. Titik.

Maka sejak menit awal ia memaparkan dampak dan bagaimana kehadiran zombi menekan populasi manusia. Lalu memaksa makhluk paling cerdas beradaptasi dalam situasi kritis. Sesimpel itu.

Sifat Asli Manusia

Blood Quantum murni membahas bagaimana bertahan hidup termasuk sifat asli manusia yang muncul dalam kondisi genting. Michael Greyeyes tampil apik. Sejak awal pemunculan, penonton dibuat yakin bahwa Traylor karakter yang layak diandalkan sekaligus diharapkan.

Yang juga mencuri perhatian, performa aktor ganteng Kiowa. Fisiknya rupawan, itu satu hal. Namun ia berhasil membangkitkan aura antagonis di balik wajah kerennya. Saat dia muncul di layar, kita langsung keki dan kesal saja.

Esensi Bertahan Hidup

Tak sekadar menyebalkan karena perlahan, Jeff Barnaby memperlihatkan latar mengapa Lysol bisa semenjengkelkan itu. Teror digeber pada setengah jam pertama. Darah berceceran dan nyawa seolah dijual murah. Memasuki paruh kedua hingga akhir film, barulah interaksi antartokoh terjalin lebih intens.

Konsekuensinya, unsur drama menguat dan teror sedikit mengendur. Untungnya, mendekati akhir, Jeff mengembalikan esensi bertahan hidup lewat adegan klimaks berbalut konflik keluarga yang mendebarkan. Blood Quantum bukan film njelimet. Dan harap maklum jika sejumlah adegan berdarah termasuk merokok ganja diburamkan.

Rekam Jejak Jeff Barnaby

Nama Jeff Barnaby barangkali masih asing di kuping kita. Maklum, sineas berdarah Kanada ini lebih dikenal lewat film pendek seperti The Colony dan From Cherry English. Blood Quantum film panjang keduanya setelah Rhymes for Young Ghouls (2013) yang juga dibintangi Devery Jacobs.

Sementara Michael Greyeyes yang kita kenal lewat serial True Detective telah tampil di lebih dari 50 film maupun drama seri. Aktingnya di Blood Quantum tak perlu diragukan lagi.

Blood Quantum didistribusikan secara internasional lewat layanan streaming Shudder. Di Indonesia, film ini bisa diakses lewat aplikasi KlikFilm yang bisa diunduh via IOS maupun Google Play. Anda juga bisa mengunjungi situs resmi KlikFilm untuk menonton film mencekam ini.

 

 

Pemain: Michael Greyeyes, Elle-Maija Tailfeathers, Forest Goodluck, Kiowa Gordon, Olivia Scriven, Stonehorse Lone Goeman, Devery Jacobs

Produser: John Christou, Robert Vroom

Sutradara: Jeff Barnaby

Penulis: Jeff Barnaby

Produksi: Prospector Films

Durasi: 1 jam, 36 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan