Habibie dan Ainun 3: Kisah Cinta Lebih Berkelas, Berhasil Menghindari Klise

Habibie dan Ainun 3 masih menempatkan Reza Rahadian sebagai pemeran utama sekaligus pengantar cerita.

Diterbitkan 19 Desember 2019, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara tokoh Agus yang tampak antagonis, punya alasan mengapa emosinya mudah meledak dan menjadikan orang tertentu musuh. Latar belakang dijelaskan secara lisan namun ia jadi riak. Kehidupan Ainun yang adem ayem terasa punya gejolak olehnya. Agus hadir sebagai pembanding, yang memungkinkan penonton menentukan sikap kepada siapa simpati mesti diberikan.

Maudy Menjelma, Kamera Membingkai

Di sisi lain, kisah cinta Ainun dan Ahmad yang dikemas elegan. Cinta keduanya dijahit untuk menghindari konflik receh seperti salah paham, cemburu, restu orang tua, atau gesekan kasta. Menyentuh prinsip, sudut pandang, dan masa depan, pertalian Ainun dan Ahmad unik.

Intepretasi Maudy sebagai Ainun pun pas. Wajahnya tidak mirip mendiang Ainun. Bahkan, bagi kami struktur wajah BCL lebih mendekati. Namun ada beberapa adegan close-up dengan angle tertentu yang membuat wajah Maudy tampak lebih bulat dan itu mengingatkan kami pada Ibu Ainun. Maudy menjelma, kamera membingkai.

Pencuri Perhatian Lainnya

Yang juga mencuri perhatian, Jefri Nichol. Di tangan Jefri, Ahmad lebih dari sekadar tampan. Kalau cuma tampan, kami kok percaya di zaman itu, UI tak kekurangan stok mahasiswa uwu. Ada karisma yang memancar dari wajah Jefri. Pembawaan Ahmad serta jalan pikirannya yang eksentrik membuat Ainun mau mendekat.

Lalu ada satu adegan penentu yang menyadarkan kita bahwa dalam cinta, ketertarikan fisik saja tidak cukup. "Kita berada dalam buku yang sama tapi halaman berbeda," kata Ainun.

Kesimpulan pahit ini direspons Ahmad dengan teriakan tanda kecewa. Sementara Ainun punya cara sendiri untuk mengekspresikan sedihnya.

Beda dan Lebih Berkelas

Bagi kami, kisah cinta di Habibie dan Ainun 3 beda dan lebih berkelas. Kedalaman emosi tak hanya digambarkan lewat tangisan atau dialog berapi-api. Ia juga tidak mengkhotbahi kita soal nasionalisme seperti di Rudy Habibie. Film ini membawa cinta Tanah Air sebagai sesuatu yang dekat, disampaikan layaknya sedang curhat dengan sahabat.

Habibie dan Ainun (2012) menyadarkan kita soal cinta sejati. Kaya emosi dan konflik. Ia membuat penonton menangis di bioskop. Habibie dan Ainun 3 punya cara sendiri memainkan emosi penonton. Fokusnya ada di Ainun dan bagaimana jati dirinya terbentuk. Untuk membentuk orang besar tak harus dengan momen-momen besar.

Kita melihat karakter Ainun dari kecil, saat ia menyanyikan "tak lela-lela-lela ledung." Lalu hatinya tergerak belas kasih. Ia kembali mekar bersama tangis tanpa kata di lorong rumah sakit dan setumpuk momen kecil lain yang membuat mata penonton berkaca dan jantung berdesir.

Calon Box Office

Dalam rentetan momen itulah, kita melihat tangan dingin Hanung bermain. Bagi yang kadung jatuh hati dengan Habibie dan Ainun (2012) mungkin merasa film ini kurang bergejolak. Namun percayalah bahwa ada generasi lain di luar sana yang siap dirangkul Habibie dan Ainun 3.

Habibie dan Ainun 3 salah satu calon box office yang diharapkan menjadi penutup manis akhir tahun ini. Menilik aspek efek visual, artistik, dan akting, film ini sangat mungkin menjadi nomine di sejumlah festival film tahun depan.

 

 

Pemain: Reza Rahadian, Maudy Ayunda, Jefri Nichol, Lukman Sardi, Marcella Zalianty, Aghniny Haque, Arswendy Bening Swara, Anodya Shula Neona Ayu, Mike Locock, Tegar Satrya, Arya Saloka

Produser: Manoj Punjabi

Sutradara: Hanung Bramanstyo

Penulis: Ifan Ismail

Produksi: MD Pictures

Durasi: 2 jam, 1 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan